Oct 11

Kajian Dasar Sistem

Sistem tidak lain juga merupakan sebuah obyek yang dapat diamati secara fisik maupun non fisik, obyek fisik adalah komponen–komponen yang membangun obyek secara wujud (tangible) yang dapat ditangkap langsung oleh inderawi manusia, sedangkan obyek non fisik adalah unsur yang bekerja atau beraktivitas didalam komponen-komponen pembangun sistem yang bersifat tak berwujud (intangible), sehingga sistem dapat diamati dalam dua pendekatan, yaitu:

  1. Pendekatan fisik (physical approach), merupakan rangkaian interaksi dari unsur–unsur yang membentuk sistem untuk mendukung tercapainya sebuah tujuan tertentu.
  2. Pendekatan non fisik (activity approach), merupakan suatu jaringan kerja dari aktivitas-aktivitas yang saling berinteraksi menyatu dalam sebuah kesatuan untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Dari 2 (dua) pendekatan diatas maka dapat diambil pengertian bahwa sistem merupakan rangkaian interaksi dari unsur–unsur yang melakukan aktivitas dalam satu kesatuan jaringan kerja dengan sasaran yang diarahkan dalam mencapai sebuah tujuan tertentu, adapun unsur–unsur yang membangun sistem akan menunjukkan karakteristik dari sistem itu sendiri sebagai identitas yang spesifik, sedangkan peran aktivitas dari unsurnya akan menunjukkan fungsi dari sistem itu sendiri.

Sebagai contoh “Sistem Belajar Mengajar (SBM)”, unsur-unsur yang membangun terdiri atas siswa, guru, sarana dan pra sarana, dimana setiap unsur ini melakukan peran aktivitasnya masing–masing dalam satu kesatuan jaringan kerja artinya dikatakan guru kalau ada siswa atau sebaliknya dan baik guru maupun siswa membutuhkan sarana pra sarana berupa papan tulis, kapur, kurikulum dsb., ketemunya peran aktivitas antar unsur membentuk kejadian dan kejadian inilah yang menunjukkan fungsi dari sistem itu sendiri, dalam hal SBM ini kejadiannya adalah Proses Belajar Mengajar (PBM) sehingga sistem ini mempunyai fungsi untuk enyelenggaraan kegiatan belajar mengajar maka diberi nama Sistem Belajar Mengajar.

Sehingga didalam memahami sistem, lebih utama memandang pada aktivitas yang terjadi pada setiap unsurnya dibanding dengan unsur fisiknya sendiri sebab yang difahami bukan personil guru namun peran aktivitas dari guru itu sendiri yakni mengajar dan setelah selesai mengajar/mendidik bukan disebut sebagai guru lagi, kalau dia didalam bis kota maka disebut penumpang dan kalau dia didalam rumah maka dia disebut sebagai ibu rumah tangga atau kepala keluarga, maka bisa jadi unsur fisik sama namun peran aktivitas berbeda, secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut:

Oct 08

Computer Based Information System

Computer Based Information System (CBIS) merupakan obyek yang dibangun atau yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan user didalam menjalankan organisasi berupa informasi dan CBIS adalah sebuah sistem pengolah data untuk menghasilkan informasi yang berkualitas dan dipergunakan sebagai alat pembantu dalam pengambilan keputusan untuk memecahkan 3P (Problem, Peluang atau Perintah) adapun Informasi yang berkualitas adalah informasi yang proporsional dan professional artinya memadai dan bertanggung jawab didalam memberikan solusi.

Kunci dari CBIS ini adalah sistem komputer (CS), dan sistem informasi (IS) dan yang memanfaatkan CBIS ini adalah user yang bertindak sebagai sistem manajemen  (MS), sehingga istilah – istilah yang terkait dalam CBIS antara lain:

Sistem Komputer (Computer System), meliputi:

  • Hardware, perangkat keras komputer yang langsung dapat ditangkap oleh inderawi manusia, seperti CPU, Monitor, Printer dsb. Perangkat ini utamanya meliputi perangkat untuk pemasukan (Input Device), unit pengolahan (Processor Unit) dan untuk penyajian (Output Device) serta perangkat-perangkat pendukung lainnya untuk penyimpanan (Disk), pengendalian (Controller), komunikasi dsb.
  • Software, perangkat lunak komputer yang secara langsung tidak dapat ditangkap oleh inderawi manusia berupa sinyal-sinyal elektronik, bertugas untuk menghubungkan antara hardware dengan brainware agar dapat terjadi komunikasi. Perangkat ini berbentuk program atau data yang tersimpan dalam sebuah memori, berupa bahasa pemrograman, paket aplikasi, system operasi dsb.
  • Brainware, perangkat manusia yang menggunakan atau menjalankan komputer untuk memenuhi kebutuhan terhadap informasi dalam menyelesaikan masalah. Perangkat ini meliputi operator, programmer, analyst, installer, communication specialist dsb.

Sistem Informasi (Information System), meliputi:

  • Input, aktivitas yang menyangkut pemasukan (meliputi capture dan entry) terhadap data yang siap untuk digunakan dalam SI. Input ini berupa energi yang ditangkap dan diterima dengan menggunakan Hardware, Software dan Brainware tertentu sesuai dengan bentuk energi yang dimasukkan, energi ini adalah data yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa dalam sebuah database system.
  • Model, aktivitas untuk membentuk atau mengolah data yang telah dimasukan melalui proses logical, mathematical maupun algorithma. Model ini berupa pengolahan data dengan menggunakan Hardware, Software dan Brainware tertentu berdasarkan bentuk model yang diharapkan, dan model ini merupakan pengolahan yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa dalam sebuah pemrograman atau aplikasi yang ada.
  • Output, aktivitas yang menyangkut penyajian terhadap hasil olahan energi yang telah dimodel sedemikian rupa sesuai yang diharapkan, bentuknya sering dikenal dengan istilah Informasi. Output ini berupa energi baru yang dihasilkan dengan menggunakan Hardware, Software dan Brainware tertentu sesuai dengan bentuk energi baru yang diinginkan, energi baru ini ada yang dapat dimanfaatkan dan ada yang terbuang, sedangkan yang dapat dimanfaatkan berupa report (laporan) yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah file system (archieval system)
  • Database, aktivitas yang mengatur, mengkoordiniri dan memenej data – data yang akan diolah, sedang diolah maupun yang sudah diolah, baik yang langsung dapat dimanfaatkan atau yang masih belum bisa dimanfaatkan Database ini ditata dengan hardware, software dan brainware tertentu sehingga dihasilkan teknologi database berupa hierarchical, Network, Relationship, Object Oriented, Multimedia, web serta data warehouse. Disamping itu juga dihasilkan arsitektur database berupa personal database, central  database (sentralisir) dan distribution  database (desentralisir)
  • Technology, aktivitas yang membantu didalam rekayasa memasukkan, mengolah, menyajikan, menyimpan dan mengendalikan seluruh pengolahan data dalam sistem informasi
  • Kontrol, aktivitas untuk mengendalikan seluruh proses yang berlangsung terhadap kesalahan, kendala, bencana (pengrusakan, pencurian, virus) dsb, baik pengendalian totalitas (organisasi, dokumen, perangkat, keamanan fisik dan data serta komunikasi) maupun pengendalian spesifik (masukan, pengolahan dan keluaran).

Sistem Manajemen (Management System), meliputi:

  • Functional Management, personal yang terlibat dalam fungsi–fungsi manajemen seperti Pemasaran, Produksi, Keuangan dan SDM yang  dikenal sebagai 4 (empat) pilar perusahaan
  • Level Management, personal yang terlibat dalam tingkatan manajemen untuk pengambilan keputusan yang terdiri atas Top level yang bertugas dalam perencanaan strategi, Middle level yang bertugas dalam pengendalian manajemen dan Low level yang bertugas dalam operasional manajemen
Dec 12

Analisis Laporan Keuangan

SOLVENCY (SOLVABILITAS)

Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek

Current Ratio = Total Aset Lancar/Total Utang Lancar

Quick Ratio    = Quick Assets/Total Utang Lancar

 

ACTIVITY (AKTIVITA)

Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan investasinya di aset

Asset Turnover

Total Pendapatan Operasi/Total (Rata2) Aset

Rata-rata Aset = (Aset Awal + Aset Akhir)/2

Receivable Turnover

Total Pendapatan Operasi/Total Piutang (Rata2 Piutang)

Rata-rata Piutang = (Piutang Awal + Piutang Akhir)/2

Inventory Turnover

Harga Pokok Penjualan/Total Persediaan (Rata2 Persediaan)

Rata-rata Persediaan = (Persediaan Awal + Persediaan Akhir)/2

 

FINANCIAL LEVERAGE (LEVERAGE KEUANGAN)

Sejauh mana perusahaan mengandalkan pendanaan utang

Debt Ratio = Total Utang/Total Aset

Debt Equity Ratio = Total Utang/Total Ekuitas (Modal)

Equity Multiplier = Total Aset/Total Ekuitas (Modal)

Interest Coverage = Laba Sebelum Bunga dan Pajak/Biaya Bunga

 

PROFITABILITY (PROFITABILITAS)

Sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba

Net Profit Margin = Laba Bersih/Total Pendapatan Operasi

Gross Profit Margin = Laba Sebelum Bunga dan Pajak/Total Pendapatan Operasi

Net Return on Asset = Laba Bersih/Total (Rata2) Aset

Gross Return on Asset = Laba Sebelum Bunga dan Pajak/Total (Rata2) Aset

Return on Equity = Laba Bersih/Modal (Ekuitas)

Payout Ratio = Dividen Tunai/Laba Bersih

Retention Ratio = Laba Ditahan/Laba Bersih

Sustainable Growth Rate = Return on Equity x Retention Ratio

Dec 12

Surat Berharga

Surat berharga yang lazim di bursa ada dua, yaitu:

  1. Obligasi (bond).
  2. Saham (stock/share).

OBLIGASI

Perusahaan menjual obligasi. Obligasi semacam surat pengakuan berutang. Obligasi sering disebut surat utang. Mengapa perusahaan mengeluarkan (emisi) obligasi? Karena perusahaan membutuhkan uang (dana). Karakteristik obligasi:

  • Nilai nominal. Nilai yang tertulis di sertifikat obligasinya. Misalnya Rp1.000 per lembar.
  • Nilai pasar. Nilai yang terjadi di pasar (sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran). Misalnya Rp1.050 per lembar atau Rp975 per lembar.
  • Tingkat bunga atau sering disebut kupon. Misalnya 10%.
  • Jangka waktu. Namanya obligasi berarti jangka panjang. Dalam keuangan, yang disebut jangka panjang adalah lebih dari setahun. Misalnya 4 tahun.
  • Premium dan diskonto. Premium adalah selisih lebih harga pasar di atas nilai nominal. Apabila harga pasar Rp1.050 dan nilai nominal Rp1.000, maka premium Rp50. Diskonto adalah selisih kurang harga pasar di bawah nilai nominal. Apabila harga pasar Rp975 dan nilai nominal Rp1.000, maka diskonto Rp25.

SAHAM

Perusahaan menjual kepemilikannya dalam bentuk saham untuk mendapatkan uang. Karakteristik saham:

  • Nilai nominal. Nilai yang tertulis di sertifikat saham. Misalnya Rp500. Di Indonesia, lazim nilai nominal saham per lembar adalah Rp1.000 atau Rp500.
  • Nilai pasar. Nilai yang terjadi di pasar sesuai dengan permintaan dan penawaran yang terjadi. Misalnya Rp480 atau Rp530.
  • Saham tidak memiliki tingkat bunga.
  • Saham tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo.
  • Agio dan disagio. Agio adalah selisih lebih harga pasar di atas nilai nominal. Apabila harga pasar Rp530 dan nilai nominal Rp500, maka agio saham adalah Rp30. Diasgio adalah selisih kurang harga pasar di bawah nilai nominal. Apabila harga pasar Rp480 dan nilai nominal Rp500, maka disagio Rp20.
  • Jenis saham: saham biasa dan saham preferen. Saham biasa memiliki hak suara tetapi tidak mesti memperoleh dividen. Saham preferen tidak memiliki hak suara tetapi mesti memperoleh dividen. Dividen adalah pembagian laba yang diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham.