Nov 28

Metode Exponential Smoothing

Metode Exponential Smoothing (Makridakis, 1999) merupakan prosedur perbaikan terus-menerus pada peramalan terhadap objek pengamatan terbaru. Metode peramalan ini menitik-beratkan pada penurunan prioritas secara eksponensial pada objek pengamatan yang lebih tua.

Dalam pemulusan eksponensial atau exponential smoothing terdapat satu atau lebih parameterpemulusanyang ditentukan secara eksplisit, dan hasil ini menentukan bobot yang dikenakan pada nilai observasi. Dengan kata lain, observasi terbaru akan diberikan prioritas lebih tinggi bagi
peramalan daripada observasi yang lebih lama. Metode exponential smoothing dibagi lagi berdasarkan menjadi beberapa metode.

Nov 28

Peramalan

Peramalan merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien. Menurut Makridakis (1999), teknik peramalan terbagi menjadi dua bagian, yang pertama metode peramalan subjektif dan metode peramalan objektif.
Metode peramalan subjektif mempunyai model kualitatif dan metode peramalan objektif mempunyai dua model, yaitu model time series dan model kausal. Model kualitatif berupaya memasukkan faktor-faktor subyektif dalam model peramalan, model ini akan sangat bermanfaat jika data kuantitatif yang akurat sulit diperoleh. Contoh dari metode ini ialah metode delphi, opini juri eksekutif, komposit kekuatan dan survey pasar konsumen.
Model kausal memasukkan dan menguji variabel-variabel yang diduga akan mempengaruhi variabel dependen, model ini biasanya menggunakan analisis regresi untuk menentukan mana variabel yang signifikan mempengaruhi variable dependen. Selain menggunakan analisis regresi, model kausal juga dapat menggunakan metode ARIMA atau Box-Jenkins untuk mencari model terbaik yang dapat digunakan dalam peramalan.
Model time series merupakan model yang digunakan untuk memprediksi masa depan dengan menggunakan data historis. Dengan kata lain, model time series mencoba melihat apa yang terjadi pada suatu kurun waktu tertentu dan menggunakan data masa lalu untuk memprediksi. Contoh dari model time series ini antara lain Moving average, Exponential Smoothing dan proyeksi trend.
Nov 28

Element Management System

Element Manager (EM) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak yang bertanggung jawab dalam me-manage sebuah elemen jaringan atau sebuah cluster dari elemen-elemen yang sama. Dalam konteks ini, EM bukan sebuah NMS yang bertanggung jawab dalam me-manage seluruh jaringan. Biasanya EM hanya me-manage sebuah elemen jaringan. EM harus terintegrasi pada NMS dan hubungannya harus terbuka.

Kesatuan dalam EM adalah :

  1. Element Manager Client (EMC), adalah antarmuka bagi pengguna dari EM yang men-generate permintaan manajemen pada Element Manager Server(EMS), menunggu respon, dan menampilkan hasil pada pengguna. Setiap permintaan manajemen bisa saja mengandung satu atau lebih tugas manajemen. Sebagai contoh :
    1. Membaca status elemen
    2. Memonitor jaringan elemen
    3. Membaca log/alarm
    4. Menampilkan beberapa data dinamis pada elemen jaringan
  2. Element Manager Server (EMS), terdiri dari server logic sistem manajemen elemen dan bertanggung jawab dalam menerima client, request, memproses, dan mem-forward ke jaringan elemen yang benar jika diperlukan dan akhirnya untuk mengirimkan kembali respon pada EMC.
  3. Network Elements (NEs), bertanggung jawab dalam menyediakan layanan aktual pada pengguna NE. Pengguna itu mungkin adalah pengguna sebenarnya atau elemen yang lain.
  4. Agent, dimiliki oleh setiap elemen yang bertanggung jawab dalam mengimplementasikan tugas manajemen spesifik dari elemen tersebut.

Communication Management Protocol (CMP), berfungsi menspesifikasikan sintaks dan semantik dari pesan yang dipertukarkan antar EMC dan EMS.

Nov 28

Network Management System

Sebuah jaringan telekomunikasi terdiri dari banyak elemen jaringan yang menyediakan layanan tertentu bagi pengguna. Kumpulan dari elemen tersebut membentuk suatu sumber daya jaringan. Sebuah sistem manajemen jaringan digunakan untuk mengendalikan sistem dan sumber dayanya dengan mengontrol penggunaannya, akses monitoring, dan melaporkan kondisi terkini.

Kebutuhan umum didefinisikan oleh model OSI sebagai model FCAPS (Faults, Configuration, Accounting, Performance, Security). Bagaimanapun tidak, semua kebutuhan jaringan fungsional dipenuhi oleh FACPS. FACPS terdiri dari lima area fungsional, yaitu :

  1. Fault Management, memiliki fungsi mendeteksi, memperbaiki, mengisolasi, dan melaporkan semua kemungkinan kegagalan yang terjadi pada elemen jaringan. Manajemen kesalahan biasanya terintegrasi dengan alarm dan sistem logging.
  2. Configuration Management, memiliki fungsi melakukan instruksi set, get, modify, dan delete konfigurasi dari elemen yang diatur.
  3. Accounting Management, memiliki fungsi mengumpulkan informasi yang sangat penting untuk proses billing.
  4. Performance Management, memiliki fungsi mengumpulkan fakta terhadap utilisasi elemen jaringan dan waktu layanan yang digunakan untuk tiap user. Data performansi digunakan untuk perencanaan jaringan, penjaminan, dan optimasi agar jaringan menjadi lebih baik.
  5. Security Management, memiliki fungsi menentukan siapa saja yang berhak mengakses elemen jaringan dan mencegah pihak-pihak yang tidak berhak untuk mengakses ke elemen jaringan.

Secara umum sistem manajemen jaringan memiliki arsitektur jaringan dasar yang model umumnya terdiri dari kesatuan berikut :

  1. Aplikasi Manajemen Jaringan, berfungsi menyediakan antarmuka pada sistem manajemen. Aplikasi ini bertanggung jawab mengirimkan permintaan manajemen pada divais yang diatur dan menampilkan hasilnya pada pengguna.
  2. Divais yang Diatur, adalah elemen jaringan yang akan diatur. Masing-masing divais tersebut memiliki agen tersendiri yang bertanggung jawab dalam hubungannya dengan aplikasi manajemen dan agen.
  3. Protokol Manajemen Jaringan, berfungsi mendefinisikan sintaks umum pada pesan untuk ditukarkan dengan aplikasi manajemen dan agen.

Database Manajemen, adalah sebuah database dari objek yang dimonitor oleh sistem manajemen jaringan. Di dalam konteks manajemen sistem merujuk pada Management Information Base (MIB).

Nov 28

Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning (ERP) tidak selalu mengacu kepada sebuah perangkat lunak. Sekali lagi perlu ditegaskan ERP tidak selalu berbentuk perangkat lunak. ERP terdiri dari banyak terminologi yang mencakup perencanaan sumber daya sebagai tuntuntan bisnis, yang nantinya akan dapat diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) pemrosesan transaksi perusahaan yang sering disebut pulaaplikasi ERP. Paket perangkat lunak ini mendukung perencanaan sumber daya secara efektif. Di dalam perangkat lunak ini juga mencakup proses bisnis selain perencanaan sumber daya. Di perusahaan biasanya sudah mempunyai suatu aplikasi yang manjalankan fungsi tertentu yang sering disebut dengan Enterprise System (ES). Tidak semua fungsi bisnis ERP terdapat dalam ES tertentu.

ERP memungkinkan terjadinya peningkatan pada pengelolaan perusahaan manufaktur. ERP dapat
digambarkan sebagai:

  1. Sekumpulan tools manajemen: peramalan (forecasting), perencanaan dan penjadwalan pada perusahaan besar yang menyeimbangkan antara permintaan dan persediaan.
  2. Berisi kemampuan untuk menjembatani customer dan supplier dalam rantai pasok yang lengkap (complete supply chain)
  3. Penggunaan proses bisnis dan pengambilan keputusan (decision making) yang sudah teruji, dan menyediakan integrasi lintas fungsional dengan derajat tinggi, meliputi penjualan, pemasaran, proses manufaktur, operasi, logistik, pembelian, keuangan, pengembangan produk baru, dan sumber daya manusia
  4. Sehingga memungkinakan untuk menjalankan bisnis yang dapat melayani konsumen dan produktivitas dengan level tinggi, dengan biaya yang rendah dan inventori yang lebih murah dan menyediakan dasar yang kuat untuk perdagangan secara elektronik (e-commerce).
  5. ERP mampu mengembangkan perencanaan dan penjadwalan yang berkaitan dengan sumber daya, misalnya: manusia, material, mesin, uang,dll.

Ada tiga tipe implementasi ERP bagi perusahaan:

  • Pertama adalah perusahaan yang sudah mengoperasikan enterprise software (ES), kemudian mengembangkan proses bisnisnya dengan implementasi ERP.
  • Kedua adalah perusahaan yang belum secara lengkapmemngopersikan ES (beberapa modul sudah ada). ERP harus merupakan prioritas yang lebih dibanding ES.
  • Perusahaan yang baru akan mengperasikan ES, ES sebagai prioritas. Perusahaan tidak dapat secara simultan mengimplementasikan ERP. Pengimplementasian ES dan ERP secara simultan akan mengakibatkan beban kerja yang sangat berlebih.
Nov 28

Perkembangan Pascal

Pascal adalah bahasa tingkat tinggi (high level language) yang orentasinya pada segala tujuan, dirancang oleh Professor Niklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland. Nama Pascal diambil sebagai penghargaan terhadap Blaise Pascal, ahli matematika dan philosophi terkenal abad 17 dari Prancis.
Professor Niklaus With memperkenalkan kompiler bahasa Pascal pertama kali untuk komputer CDC 6000 (Control Data Corporation) yang dipublikasikan pada tahun 1971 dengan tujuan untuk membantu mengajar program komputer secara sistematis, khususnya memperkenalkan pemrograman yang terstruktur (Structured Programming), jadi Pascal adalah Bahasa yang ditujukan untuk membuat program terstruktur.
Nov 28

Pemrograman Berorientasi Objek

Java merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek atau OOP (Object Oriented Programming). Elemen-elemen dari pemrograman objek ini diantaranya adalah encapsulation, polymorphism dan inherit.

Encapsulation merupakan mekanisme pemrograman yang mengikat data dan program bersama-sama dan mengamankannya dari penyalahgunaan dan interferensi dari luar. Melalui objek, data dan kode dapat menjadi private, protected atau public bagi objek tersebut. Seperti yang diketahui kode dan data private hanya dapat diakses oleh bagian dalam dari objek tersebut sedangkan kode dan data protected aksesnya selain dari dalam objek sendiri, dapat diakses oleh objek keturunannya. Kode dan data public dapat diakses oleh objek luar.

Unit dasar dari encapsulation ini adalah class. Class mendefinisikan format dari objek yang akan dibangun sehingga objek merupakan instansi (instance) dari class. Kode dan data merupakan anggota (member) dari class, dimana data disebut members variables atau instance variables sedangkan kode yang mengoperasikan data disebut member methods atau methods. Method dalam java merupakab subrutin atau function.

Polymorphism membolehkan satu interface mengakses general class dalam aksinya. Lebih tepatnya lagi polymorphism merupakan satu interface banyak method. Misalnya suatu method dengan nama yang sama namun memiliki pengoperasian tipe data yang berbeda.

Inheritance adalah proses dimana suatu objek mendapatkan properti dari objek lain. Konsep ini merupakan hierarchical classification yang diperlukan dalam penurunan sifat suatu objek terhadap objek lain yang menjadi orang tuanya (parent).