Mar 13

Mendesain Basis Data dan Metode Pengembangan Basis Data

Langkah-langkah Mendesain Basis Data untuk SIM

  1. Menetapkan disain / model SIM yang digambarkan dalam diagram arus data (DAD)
  2. Menentukan kebutuhan file basis data
  3. Menentukan parameter dari file basis data, meliputi :
    1. Tipe file : file induk, file transaksi, dll.
    2. Media file : harddisk, disket, dll
    3. Organisasi file :
      1. file tradisional (file urut, urut berindeks, atau file akses langsung)
      2. organisasi database (struktur berjenjang, jaringan atau hubungan)
    4. Field kunci dari file

    Continue reading

Mar 13

Proses dan Langkah-langkah Pengembangan Basis Data

Proses Pengembangan Basis Data

Secara garis besar, proses pengembangan basis data adalah:

  1. Penentuan Tujuan
    Tujuan ditetapkan berdasar parameter pemakai dan data. Pemakai menentukan tujuan dari aplikasi yang akan dipakai. Sedangkan data menentukan bagaimana tujuan tersebut dapat dicapai. Tujuan dinyatakan tanpa adanya kekangan, misalnya respon yang seketika, dapat dipercaya, dan perlindungan terhadap kebebasan pribadi.
  2. Ikatan (Bindings)
    Bindings merupakan ukuran tingkat fleksibilitas yang dilakukan untuk mencapai efisiensi dalam perancangan basisdata. Ukuran-ukuran tersebut misalnya : struktur file, model basisdata, skema / relasi, pemanggilan informasi, serta perawatan data dan integritas basisdata.Faktor fleksibilitas seringkali bertentangan dengan unjuk kerja. Jika mementingkan fleksibilitas maka struktur record menjadi sangat bermacam-macam. Jika mementingkan unjuk kerja maka akan terjadi pemaksaan pada hal-hal tertentu.
  3. Dokumentasi
    Dokumentasi yang penting adalah model basisdata. Model basisdata akan menentukan proses yang diperlukan untuk pembentukan file, perawatan file, dan pemanggilan informasi.Bentuk yang harus didokumentasikan adalah skema basis data, relasional basisdata, dan definisi variabel yang dipakai
  4. Pemrograman
    Implementasi akhir setelah proses perancangan basisdata selesai adalah dengan melakukan pemrograman. Continue reading
Mar 12

Pengembangan Basis Data

Pengembangan basis data selalu membutuhkan kerjasama dari beberapa orang dengan keahlian yang berbeda-beda. Proses ini melibatkan pemakai, analis data, ahli komputer, database administrator, serta wakil dari pihak manajemen yang akan memakai sistem.

Tujuan Pengembangan Sistem Basis Data

Akses data yang fleksibel (data flexibility)

Untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data yang diperlukan dan menampilkannya dalam format yang berbeda

Pemeliharaan Integritas data (data integrity)

Untuk selalu meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam SBD adalah benar, konsisten, dan selalu tersedia

Proteksi data dari kerusakan dan akses ilegal (data security)

Keamanan data diperlukan untuk melindungi data dari kerusakan yang terjadi karena alam (kebakaran, banjir, dll) atau akses yang ilegal. Recovery merupakan proses untuk menyusun kembali basis data yang mengalami kerusakan

Menghilangkan ketergantungan data pada program aplikasi (data independence)

Ada 2 bentuk ketergantungan, yaitu logik dan fisik. Continue reading

Mar 12

Struktur Penyimpanan Tabel

Ada 7 pilihan struktur penyimpanan dasar yang dapat diterapkan pada suatu tabel (bergantung pada DBMS yang dipakai) yaitu : Pile, Heap, hash, Sekuensial Berindeks, File berindeks, Multiring.

Heap

  • Merupakan struktur penyimpanan yang paling sederhana dan paling hemat dalam kebutuhan ruang penyimpanan
  • Setiap baris data disusun berdasar kronologis penyimpanannya. Record yang pertama disimpan akan ditempatkan di posisi awal ruang penyimpanan, dan begitu seterusnya
  • Pengubahan data tidak akan mengubah urutan record tersebut. Jika terjadi penghapusan, maka record-record dibawahnya akan dimampatkan untuk mengisi tempat yang kosong akibat penghapusan
  • Pencarian data berjalan dengan lambat, karena dilakukan secara sekuensial baris demi baris
  • Struktur ini cocok untuk tabel berukuran kecil dan jarang berubah

Hash

  • Baris-baris data ditempatkan berdasar nilai alamat fisik yang diperoleh dari hasil perhitungan (fungsi hashing) terhadap nilai key-nya. Karena itu penempatan record dalam tabel tidak tersusun berdasarkan kedatangannya. Bisa jadi record yang terakhir dimasukkan justru menempati urutan pertama
  • Memiliki performansi yang paling baik dalam hal pencarian data tunggal berdasar kunci indeks
  • Struktur ini cocok untuk tabel-tabel yang sering menjadi acuan bagi tabel lain
  • Kelemahannya membutuhkan ruang penyimpanan awal yang besar, untuk menjamin agar record-record yang disimpan tidak menempati alamat yang sama -> dibutuhkan alokasi ruang penyimpanan Continue reading
Mar 12

Indeks dan Struktur Penyimpanan

Pada tahap implementasi, atribut-atribut entitas / relasi yang ditetapkan sebagai kunci (key) akan diwujudkan sebagai Indeks Primer (primary index). Dan dapat juga ditambahkan Secondary index.

Ada dua index :

Indeks Primer (Primary Index)

IP pada setiap tabel hanya ada satu dan hampir selalu berasal (ditentukan) dari kunci primer yang telah ditetapkan dalam sebuah entitas / relasi. IP yang baik terdiri atas field-field dengan kriteria sbb :

  • Field yang menjadi komponen IP harus bersifat mandatory (datanya tidak boleh kosong atau berisi nilai null)
  • Keseluruhan nilai IP bersifat unik
  • Nilai-nilainya lebih permanen (idealnya tidak pernah berubah)
  • Berukuran kecil (pendek) dengan jumlah field minimal (sedikit) Continue reading
Mar 12

DBMS dan Struktur Tabel

Dalam menentukan struktur dari tabel, paling tidak setiap struktur tabel berisikan nama field, tipe field dan ukurannya. Tatacara penamaan field, pilihan tipe field serta fasilitas tambahan lainnya untuk struktur tabel sangat tergantung pada DBMS yang digunakan.

Tipe Data

Tipe data yang bersifat umum adalah :

  • Data Alphanumerik, isinya berupa angka tapi tidak menunjukkan jumlah, sehingga dianggap sebagai teks. Misalnya : Nomhs, NIP
  • Data Numerik, isinya berupa angka yang menunjukkan jumlah. Misalnya : SKS, Gaji pokok
  • Data bilangan bulat (integer), Byte (1 byte), Small-Integer (2 byte), Long Integer (4 byte)
  • Data bilangan nyata, Single (4 byte), Double (8 byte). Tipe data single dapat menampung hingga 7 digit pecahan, sedangkan double hingga 15 digit pecahan. Dalam komputasi, data integer akan membutuhkan waktu lebih cepat dalam pengolahan data dibandingkan real. Begitu juga, karena ruang penyimpanan yang dibutuhkan lebih kecil, maka data single akan lebih cepat dalam pengolahan dibandingkan double
  • Data uang (currency), pemakaian tipe ini sangat membantu dalam mengatur tampilan data yang berkaitan dengan nilai uang, misalnya dengan adanya pemisahan ribuan/jutaan dan adanya tanda mata uang
  • Data teks, ada dua jenis yaitu ukuran tetap (fixed character) dan ukuran dinamis (variable character). Misalnya field nomhs lebih tepat bertipe fixed character karena ukurannya pasti dan pendek. Sedangkan nama mahasiswa sebaiknya bertipe variable character karena panjang dan bervariasi Continue reading
Mar 12

Transformasi Model Data ke Basis Data Fisik

Aturan umum dalam pemetaan model data yang digambarkan dalam ERD (level konseptual) menjadi Basis data fisik (level fisik) adalah :

Diimplementasikan Dalam Sebuah Tabel

Setiap himpunan entitas akan diimplementasikan sebagai sebuah tabel (file data).