Teks

Dikutip dari Suryanto (2005 : 255-259), bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks merupakan yang paling dekat dengan kita dan yang paling banyak kita lihat. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi  dalam multimedia yang menyajikan bahasa kita. Kebutuhan teks bergantung pada keguanaan aplikasi multimedia. Misalnnya, game membutuhkan teks lebih sedikit, sedangkan ensiklopedia membutuhkan teks lebih banyak.

Lebih dari itu file teks mempunyai struktur linier sederhana. Meskipun mungkin saja ada multimedia tanpa teks, kebanyakan system multimedia menggunakan teks sebab teks sangat efektif untuk menyampaikan ide serta memberikan panduan kepada pengguna. Secara umum ada empat macam teks : teks cetak, teks hasil scan, teks elektronis, dan hyperteks.

Teks Cetak

Teks cetak, teks yang tercetak di atas kertas.. Agar komputer multimedia bisa membaca teks cetak, maka perlu mengubahnya ke format yang bisa di baca mesin. Cara paling jelas untuk melakukan hal ini adalah mengetik teks tersebut dengan word processor atau teks editor, tapi itu bisa sangat menguras waktu dan tenaga. Cara lebih cepat barangkali adalah dengan men-scan teks tersebut.

Teks Hasil Scan

Kini tersedia banyak scanner  berbiaya rendah yang dapat membaca teks cetak dan mengkonvensinya menjadi format yang terbaca  mesin dan menghasilkan scanned teks (teks hasil scan). Pada prinsipnya ada tiga jenis scanner   : flatbed, handheld, dan sheet-fed. Flatbed scanner   lebih mahal karena menggunakan motor dan pulley yang mengerakkan scanner  di atas kertas. Handheld scanner  ( scanner  tangan ) lebih murah karena kitalah yang menggerakkan scan secara manual di atas permukaan kertas, karena itu tidak perlu biaya flatbed enclosure. Sheet-fed scanner  memiliki slot untuk memasukkan halaman tulisan yang akan di scan. Terlepas dari tipe apa pun scanner  yang digunakan, perkembangan perangkat lunak optical character recognition (OCR) yang mempercanggih scanner  semakin menambah tingkat akurasi scanner.

Elektronik Teks

Saat ini banyak sekali teks yang di tulis dengan format yang bisa dibaca mesin, karena hampir setiap orang yang menulis buku atau akan menerbitkan naskahnya pasti akan menuliskannya dengan word processing dan dan alat-alat penerbitan yang serba elektronik. Karena teks jenis ini bisa dibaca komputer dan di kirim secara elektronis melalui jaringan, maka teks seperti ini biasanya disebut elektronik teks.

Elektronik teks banyak sekali digunakan dalam penulisan buku. News feed dari internet dan berbagai macam sumber jaringan menjadi gudang informasi yang sangat kaya, yang bila dicari secara konvensional akan memakan waktu bertahun-tahun.

Hyperteks

Hyperteks merupakan dasar untuk produksi multimedia virtual. Awalan hyper barangkali merupakan kata terpenting dalam buku ini, karena kata itu mengacu ke proses linking, yang membuat multimedia menjadi interaktif. Kata hyperteks diperkenlkan oleh Ted Nelson (1965). Hyperteks mengacu pada teks yang telah masuk link (linked). Kalau anda melihat sebuah hyperteks lalu mengklik satu kata yang telah masuk link, maka komputer anda akan menampilkan objek-objek yang masuk dalam link itu.

Setiap objek yang akan dibicarakan dalam objek-objek multimedia ini bisa menjadi objek link semacam itu. Objek-objek itu anatara lain adalah grafik, audio, video dan animasi. Dengan kemampuan hyperteks melakukan link, maka kita dapat menyembunyikan grafik, audio, video, dan animasi. Link itu memberikan dimensi lebih kepada teks, sebab itulah ia dinamakan hyper.

Untuk membuat hyperteks anda membutuhkan perangkat lunak khusus untuk menciptakan link antara kata dengan grafik, audio, video, dan animasi. Perangkat lunak itu misalnya HTML, Java, ASP, PHP, dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>