Pengertian dan Struktur Sistem

Pengertian Sistem

Menurut  Tata Sutabri (2003)Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”. Dari definisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu sebagai berikut :

  1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur. Sistem pernafasan kita terdiri dari suatu kelompok unsur, yang terdiri dari hidung, saluran pernafasan, paru-paru, dan darah. Unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil, yang trdiri dari kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut.
  2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu dengan yang lain dan sifat serta kerja sama antarunsur sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.
  3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem. Setiap sistem mempunyai tujuan tertentu. Sistem pernafasan kita bertujuan menyediakan oksigen dan pembuangan karbon dioksida dari tubuh kita bagi kepentingan kelangsungan hidup kita. Unsur sistem tersebut yang berupa hidung, saluran pernafasan, paru-paru, dan darah bekerja sama satu dengan yang lainnya dengan proses tertentu untuk mencapai tujuan tersebut di atas.
  4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar. Sistem pernafasan kita merupakan bagian dari sistem metabolisme tubuh. Contoh sistem lain adalah sistem pencernaan makanan, sistem peredaran darah, dan sistem pertahanan tubuh.

Dari uraian tentang pengertian sistem secara umum, ada pertanyaan “untuk apa suatu sistem diciptakan?” Setiap sistem dibuat untuk menangani suatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi. Pendekatan sistem merupakan suatu filsafat atau persepsi tentang struktur yang mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dan operasi-operasi dalam suatu organisasi dengan cara yang efisien dan yang paling baik. Suatu sistem dapat dirumuskan sebagai setiap kumpulan komponen atau subsistem yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Dengan pendekatan sistem kita berhubungan dengan komponen perseorangan dan kita lebih menekankan perannya dalam sistem daripada perannya sebagai suatu keseluruhan individu. Dengan pendekatan sistem untuk menggambarkan kenyataan, dapat diberikan suatu keuntungan yang besar kepada pemakai. Keberhasilan komponen-komponen yang dipertimbangkan secara bersama sebagai suatu sistem mungkin lebih besar daripada jumlah keberhasilan setiap komponen yang dipertimbangkan secara terpisah.

Struktur Sistem

Sistem dibagi menjadi 3 bagian berbeda yaitu input, proses dan output. Bagian-bagian tersebut dikelilingi oleh sebuah lingkungan dan sering melibatkan sebuah mekanisme umpan balik. Selain itu, pengambilan keputusan juga dianggap sebagai bagian dari sistem (Tata Sutabri, 2003).

  1. Input
    Input adalah elemen/data yang masuk kedalam sistem. Komponen ini perlu ada karena merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Contoh input adalah bahan mentah yang dimasukkan seperti pabrik kimia, mahasiswa yang diterima pada sebuah universitas, dan input data kedalam halaman Web untuk query database
  2. Proses
    Proses adalah semua elemen yang diperlukan unruk mengonversi atau mentransformasi input kedalam output. Sebagai contoh, sebuah proses pada pabrik kimia dapat memasukkan pemanasan material, penggunnaan prosedur pengoperasian, penggunaan subsistem penanganan material, dan penggunaan karyawan dan mesin.
  3. Output
    Output adalah produk finis atau konsekuensi yang ada pada sistem. Sebagai contoh, fertilizer adalah output dari pabrik kimia, orang yang berpendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>