Dec 08

MapServer

MapServer

MapServer (http://mapserver.gis.umn.edu) merupakan aplikasi freeware dan open source yang memungkinkan kita menampilkan data spasial (peta) di web. Aplikasi ini pertama kali dikembangkan di Universitas Minesotta, Amerika Serikat untuk projek ForNet (sebuah projek untuk manajemen sumber daya alam) yang disponsori NASA (National Aeronautics and Space Administration). Dukungan NASA dilanjutkan dengan dikembangkan projek TerraSIP untuk manajemen data lahan. Saat ini, karena sifatnya yang open source, pengembangan MapServer dilakukan oleh pengembang dari berbagai negara. Pengembangan MapServer menggunakan berbagai aplikasi open source atau freeware seperti Shapelib (http://shapelib.maptools.org) untuk baca atau tulis format data Shapefile, FreeType (http://www.freetype.org) untuk membuat karakter, GDAL/OGR (http://www.remotesensing.org/gdal) untuk baca atau tulis berbagai format data vektor maupun raster, dan Proj.4 (http://www.remotesensing.org/proj) untuk menangani beragam proyeksi peta.

Fitur MapServer

Pada bentuk paling dasar, MapServer berupa sebuah program CGI (Common Gateway Interface). Program tersebut akan dieksekusi di web server, dan berdasarkan parameter tertentu (terutama konfigurasi dalam bentuk file *.MAP) akan menghasilkan data yang kemudian akan dikirim ke web browser, baik dalam bentuk gambar peta ataupun bentuk lain. MapServer mempunyai fitur-fitur sebagai berikut :

  1. Menampilkan data spasial dalam format vektor seperti: Shapefile (ESRI), ArcSDE (ESRI), PostGIS dan berbagai format data vektor lain dengan menggunakan library OGR.
  2. Menampilkan data spasial dalam format raster seperti: TIFF/GeoTIFF, EPPL7 dan berbagai format data raster lain dengan menggunakan library GDAL.
  3. Menggunakan quadtree dalam indexing data spasial, sehingga operasi-operasi spasial dapat dilakukan dengan cepat.
  4. Dapat dikembangkan (customizeable), dengan tampilan keluaran yang dapat diatur menggunakan file-file template.
  5. Dapat melakukan seleksi objek berdasar nilai, berdasar titik, area, atau berdasar sebuah objek spasial tertentu.
  6. Mendukung rendering karakter berupa font TrueType.
  7. Mendukung penggunaan data raster maupun vektor yang detail (dibagi-bagi menjadi sub bagian yang lebih kecil sehingga proses untuk mengambil dan menampilkan gambar dapat dipercepat).
  8. Dapat menggambarkan elemen peta secara otomatis: skala grafis, peta indeks dan legenda peta.
  9. Dapat menggambarkan peta tematik yang dibangun menggunakan ekspresi logik maupun ekspresi regular.
  10. Dapat menampilkan label dari objek spasial, dengan label dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling tumpang tindih.
  11. Konfigurasi dapat diatur secara on the fly melalui parameter yang ditentukan pada URL.
  12. Dapat menangani beragam sistem proyeksi secara on the fly.
Dec 07

Kode Beep

Kode Beep Kesalahan

Kode Suara

Kemungkinan daerah kerusakan

Tanpa beep Power Supply
Beep terus menerus Power Supply
Beep pendek berulang-ulang Power Supply
1 beep panjang dan 1 beep pendek Motherboard
1 beep panjang dan 2 beep pendek Video adapter Card
1 beep pendek dan tidak ada

tampilan

Kabel monitor dan atau tampilan
1 beep pendek dan tidak mau boot Kabel disk, adapter disk atau disk

Kode Beep Pada BIOS AMI

Beep Code

Descriptions

1 short DRAM refresh failure
2 short Parity circuit failure
3 short Base 64K RAM failure
4 short System timer failure
5 short Process failure
6 short Keyboard controller Gate A20 error
7 short Virtual mode exception error
8 short Display memory Read/Write test failure
9 short ROM BIOS checksum failure
10 short CMOS shutdown Read/Write error
11 short Cache Memory error
1 long, 3 short Conventional/Extended memory failure
1 long, 8 short Display/Retrace test failed

Kode Beep Pada Award BIOS

Beep Code

Description

1 long, 2 short Indicates a video error has occurred and the BIOS cannot initialize the video screen to display any additional information
Any other beep(s) RAM problem.

Kode Beep BIOS IBM

Beep Code

Descriptions

No Beeps. No Power, Loose Card, or Short
1 Short Beep. Normal POST, computer is ok
2 Short Beep POST error, review screen for error code
Continuous Beep No Power, Loose Card, or Short.
Repeating Short Beep No Power, Loose Card, or Short
One Long and one ShortBeep Motherboard issue
One Long and Two short Beeps Video (Mono/CGA Display Circuitry) issue
One Long and Three Short Beeps. Video (EGA) Display Circuitry
Three Long Beeps Keyboard / Keyboard card error.
One Beep, Blank or Incorrect Display Video Display Circuitry

Kode Pesan Kesalahan

Kode

Uraian

1xx

Kerusakan sistem board

101

Kerusakan sistem board pada interrupt

102

Kerusakan sistem board pada timer

2xx

Kerusakan memory RAM

201

Tes RAM rusak

3xx

Kerusakan keyboard

301

Keyboard tidak terespon

6xx

Kerusakan POST floppy drive atau adapter

601

Kerusakan floppy drive

17xx

Kerusakan hard disk

1701

Kerusakan POST pada unit hard disk

18xx

Kerusakan Unit I/O ekspansi

1801

Kerusakan POST pada Unit I/O ekspansi
Dec 07

Pemeriksaan Komputer Melalui Diagnosa Sistem

Untuk memeriksa kondisi hardware pada komputer perlu dilakukan diagnosa. Pada komputer dikenal tiga jenis diagnosa (FT UNY, 2004), yaitu :

  • POST (Power-On Self-Test)
  • Diagnosa umum (routine)
  • Diagnosa mencari dan mengatasi kerusakan

Langkah-langkah Power-On Self-Test (POST)

Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnosa yang dikenal dengan Power-On Self-Test (POST). POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen sistem. Jika saat POST terjadi masalah, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :

  • Kode kesalahan   : dua sampai lima digit angka
  • Pesan kesalahan : pesan singkat dalam Bahasa Inggris (ada beberapa pesan yang menunjukkan masalahnya)
  • Kode beep            : suara beep berurutan

Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM BIOS maka kode beep yang diberikan juga bervariasi artinya untuk kerusakan yang sama akan diberikan kode beep yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard. Pengujian semua memori termasuk dalam langkah POST ini. Lamanya pengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang. Akan tetapi POST tidak mengecek semua peralatan tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb.

Pesan kesalahan selama POST

  1. Test 1 (Basic System Error), sistem terhenti dengan tanpa tampilan dan suara beep, walaupun kursor mungkin tampak.
  2. Test 2 (Extended System Error), satu suara beep panjang diikuti dengan satu suara beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.
  3. Test 3 (Display Error), satu suara beep panjang diikuti dengan dua suara beep pendek, dan POST melanjutkan dengan tes berikutnya.
  4. Test 4 (Memory Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
  5. Test 5 (Keyboard Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
  6. Test 6 (Drive Error), ada tampilan angka 601, 1780, atau 1781 yang menunjukkan kode kesalahan.
Dec 07

Komponen dan Kecepatan Komputer

Komputer

Komputer sering diidentikkan dengan Personal Computer (PC). Pada dasarnya, komputer merupakan peralatan eloktronik yang terdiri atas hardware dan software. Hardware adalah alat yang ada secara fisik, sedangkan software merupakan perangkat lunak yang terdiri atas program dan data. Program digunakan untuk memproses data. Misalnya, Winamp merupakan program yang dapat dipakai untuk memutar data file MP3 sehingga komputer mengeluarkan suara.

Komputer adalah pemroses data yang dapat digunakan untuk melakukan tugas-tugas berikut :

  • menerima masukan (input) berupa data dan perintah
  • mengolah input dengan program yang tersimpan dalam memori
  • memberikan hasil (output) sesuai dengan tujuan pengolahan. Pengolahan data menggunakan komputer dikenal juga dengan Electronic Data Processing (EDP).

Komputer tidak bisa melakukan apa-apa jika tidak ada instruksi atau perintah. Kumpulan instruksi yang dikenali oleh komputer disebut juga dengan program. Jika ingin memerintah komputer, cukup gunakan program yang sudah terinstal. Salah satu software terpenting adalah sistem operasi. Sistem operasi bertanggung jawab mengatur program-program lain yang sedang dijalankan serta menjembatani program aplikasi dengan hardware (Ginny, 2007).

Komponen Komputer

Komputer terdiri atas banyak bagian yang masing-masing mempunyai fungsinya sendiri. Kebanyakan orang memisahkan komponen komputer menjadi dua bagian (Ginny, 2007) :

  •  Komponen dalam komputer itu sendiri (pemroses)
    Contoh : CPU, RAM Motherboard (chip ROM, chipsets, ports, buses dan slot ekspansi)
    Drives : Harddisk, floppy drive, CD drive, DVD drive
    Kartu ekspansi (expansion cards) : Graphics cards, Network card, SCSI controller. Sound card, TV tuner card, Modem internal, dlll
  • Komponen yang tidak terhubung langsung dengan pemrosesan atau dikenal dengan perangkat tambahan (peripheral).
    Contoh :  Keybord dan mouse, joystick, monitor, printer, scanner, speaker, drive eksternal, modem eksternal, UPS, voltage ragulator, dll.

Komponen komputer yang dipakai saat ini diturunkan dari model komputer yang dibuat oleh matematikawan asal Hongaria, yaitu John von Neumann (1903-1957). Neumann berusaha membuat model komputer yang bisa bekerja seefisien mungkin. Beliau membagi model hardware komputer menjadi lima bagian besar : Pemroses (CPU), masukan (input), Keluaran (output) memori untuk kerja, dan memori untuk penyimpanan. Model komputer Neumann ternyata masih digunakan bahkan hingga saat ini.

Kecepatan Komputer

Kecepatan komputer tergantung pada komponennya. Jika menggunakan processor yang cepat sedangkan komponen yang lainnya tidak mendukung, maka komputer tidak akan bisa bekerja secara maksimal. Bagian yang menyebabkan kelambatan inilah yang sering disebut bottle neck. Processor cepat dengan total RAM seadanya, misalnya dapat diumpamakan seperti mengendarai mobil balap di jalan yang macet.

Pemrosesan data oleh komputer dilakukan berdasarkan sinyal digital yang disebut clock. Sinyal clock dipakai untuk sinkronisasi dan dikirimkan ke semua komponen komputer sehingga data bisa diproses dan mengalir secara bersama-sama. Jika sistem clock bekerja pada 100 Mhz misalnya, berarti ada 100 juta siklus clock (clock style) yang lewat setiap detiknya. Sebenarnya perintah pada komputer akan dipecah menjadi perintah-perintah yang lebih kecil. Perintah kecil inilah yang akan dieksekusi.

Alat tertentu bisa saja bekerja lebih cepat atau lebih lambat daripada sistem clock. Komponen yang bekerja pada kecepatan berbeda membutuhkan sinkronisasi dengan cara perkalian (multiplacation) ataupun pembagian (division). Sebagai contoh, pada komputer dengan sistem clock 100 MHz dan processor 400 MHz, setiap alat memahami bahwa 1 clock pada sistem clock sebanding dengan 4 clock pada processor. Dengan demikian, faktor 4 digunakan untuk sinkronisasi (Ginny, 2007).

Dec 07

User Interface, Blackboard, Justifier, dan Knowledge Base Editor

Antarmuka Pengguna (User Interface)

Merupakan bagian dari sistem pakar yang berfungsi sebagai pengendali input- output. User interface melayani user selama proses konsultasi mulai dari tanya-jawab untuk mendapatkan fakta-fakta yang dibutuhkan oleh inference engine sampai menampilkan output yang merupakan kesimpulan atau rekomendasi yang dihasilkan oleh inference engine.

Tempat Kerja (Blackboard)

Blackboard adalah area kerja memori yang disimpan sebagai database untuk deskripsi persoalan terbaru yang ditetapkan oleh data input, digunakan juga untuk perekaman hipotesis dan keputusan sementara. Tiga tipe keputusan dapat direkam dalam blackboard, antara lain : rencana (bagaimana mengatasi persoalan), agenda (tindakan potensial sebelum eksekusi), dan solusi (hipotesis kandidat dan arah tindakan alternatif yang telah dihasilkan sistem sampai dengan saat ini).

Subsistem Penjelasan (Justifier)

Bagian yang harus siap memberikan penjelasan saat user perlu mengetahui apakah alasan diberikannya sebuah solusi. Bagian ini secara konkrit membedakan sebuah sistem pakar dengan sistem aplikasi yang biasa, karena pada pemrograman konvensional tidaklah biasa sebuah sistem menyediakan informasi tambahan mengapa atau dari mana sebuah solusi diperoleh.

Sistem Perbaikan Pengetahuan (Knowledge-base editor)

Bagian yang digunakan untuk menambah, menghapus atau memperbaiki basis pengetahuan. Bagian ini tidaklah mutlak, karena mayoritas sistem pakar berbasis pengetahuan dalam format text-file, sehingga bagian ini dapat digantikan dengan berbagai word processor yang tersedia. Namun demikian bila sistem pakar dituntut untuk memiliki kemampuan machine learning dari pengalaman konsultasinya, bagian ini menjadi sangat vital. Continue reading

Dec 07

Mesin Inferensi (Inference Engine)

Mesin Inferensi

Inference engine merupakan otak dari sistem pakar, bagian ini mengandung mekanisme fungsi berpikir dan pola-pola penalaran sistem yang digunakan oleh seorang pakar. Mekanisme ini akan menganalisa suatu masalah tertentu dan kemudian mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Dari fakta-fakta yang diperoleh selama proses tanya-jawab dengan user, serta aturan-aturan yang tersimpan di knowledge base, inference engine dapat menarik suatu kesimpulan dan memberikan rekomendasi atau saran yang diharapkan oleh user.

Forward Chaining dan Backward Chaining

Ada dua metode dasar yang bisa digunakan oleh mesin inferensi dalam mencari kesimpulan untuk mendapatkan solusi bagi permasalahan yang dihadapi sistem pakar, yaitu runut maju (forward chaining) dan runut balik (backward chaining). Berikut ini penjelasan mengenai kedua metode pencarian tersebut (Yunanto, 2003) :

  1. Runut maju (Forward chaining)
    Runut maju merupakan metode pencarian yang memulai proses pencarian dari sekumpulan data atau fakta, dari fakta-fakta tersebut dicari suatu kesimpulan yang menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi. Mesin inferensi mencari kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan yang premisnya sesuai dengan fakta-fakta tersebut, kemudian dari aturan-aturan tersebut diperoleh suatu kesimpulan. Runut maju memulai proses pencarian dengan data sehingga strategi ini disebut juga data-driven.
  2. Runut balik (Backward chaining).
    Runut balik merupakan metode pencarian yang arahnya kebalikan dari runut maju. Proses pencarian dimulai dari tujuan, yaitu kesimpulan yang menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi. Mesin inferensi mencari aturan-aturan dalam basis pengetahuan yang kesimpulannya merupakan solusi yang ingin dicapai, kemudian dari aturan-aturan yang diperoleh, masing-masing kesimpulan dirunut balik jalur yang mengarah ke kesimpulan tersebut. Jika informasi-informasi atau nilai dari atribut-atribut yang mengarah ke kesimpulan tersebut sesuai dengan data yang diberikan maka kesimpulan tersebut merupakan solusi yang dicari, jika tidak sesuai maka kesimpulan tersebut bukan merupakan solusi yang dicari. Runut balik memulai proses pencarian dengan suatu tujuan sehingga strategi ini disebut juga goal-driven.
Dec 07

Subsistem Akuisisi Pengetahuan

Akuisisi Pengetahuan

Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer, dan transformasi keahlian pemecahan masalah dari para pakar atau sumber pengetahuan terdokumentasi ke program komputer, untuk membangun atau memperluas basis pengetahuan. Sumber pengetahuan potensial antara lain pakar manusia, buku teks, dokumen multimedia, database, laporan riset khusus, dan informasi yang terdapat dalam web.Mendapatkan pengetahuan dari pakar adalah tugas kompleks yang sering menimbulkan kemacetan dalam konstruksi sistem pakar.

Knowledge Engineer

Dalam membangun sistem yang besar, seseorang memerlukan knowledge engineer atau pakar elisitasi pengetahuan untuk berinteraksi dengan satu atau lebih pakar manusia dalam membangun basis pengetahuan. Biasanya knowledge engineer membantu pakar memnyusun area persoalan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban manusia, menyusun analogi, mengajukan contoh pembanding dan menjelaskan kesulitan konseptual.