Jan 15

Pascal

Sejarah Pascal

Pascal adalah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.[1]

Kelebihan Pascal sebagai bahasa pemrograman untuk tujuan pengajaran adalah :

  • Pascal telah memiliki tipe dasar : boolean, char, integer, real.
  • Pascal dapat membuat tipe data baru yang diturunkan dari tipe data standar.
  • Pascal memiliki struktur sederhana dan mudah dipahami karena memiliki kemiripan dengan bahasa manusia (Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi).
  • Pascal merupakan bahasa pemrograman yang case insensitive (tidak membedakan huruf kapital maupun bukan) sehingga memperkecil kesalahan penulisan.
  • Metode pemrograman pada Pascal adalah Pemrograman Terstruktur.

Contoh Program Sederhana

{file       : hello.pas}

{deskripsi  : menuliskan “Hello World” ke layar}

Program hello;

Begin

Writeln(‘Hello World’);

End. Continue reading

Jan 15

Variabel Automatik dan Variabel Statik

Variabel Automatik

Istilah automatik dan statik menjelaskan apa yang terjadi pada suatu variabel lokal dalam suatu fungsi sesaat setelah fungsi ini selesai dipanggil dan eksekusi program kembali ke prosedur yang memanggil. Default dari variabel lokal dalam suatu fungsi adalah automatik artinya variabel lokal tersebut dihapus pada saat fungsi selesai dipanggil. Untuk mendefinisikan suatu variabel automatik, tambahkan awalan auto pada deflnisi variabel tersebut. Karena default dari variabel lokal adalah automatik maka awalan auto ini optional, jadi boleh dihilangkan misalnya:

void fungsi_x()

{

int  x;

auto float y;

.

.

.

}

Variabel lokal x dan y dalam fungsi fungsi_x() adalah variabel lokal automatik, karena opsional tambahan awalan auto ini jarang dipakai. Continue reading

Jan 14

Rekayasa Perangkat Lunak

Dalam penerapannya, proses perancangan sistem yang hendak dibuat mengimplementasikan aturan-aturan yang ada dalam rekayasa perangkat lunak. Pada dasarnya terdapat empat langkah-langkah utama rekayasa perangkat lunak yang ditempuh, terdiri atas analisis, perancangan, pengkodean dan pengujian.

Analisis

Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap masalah, diamana proses analisis ini dapat dibagi dalam lima tahapan, yaitu (1) identifikasi masalah; (2) evaluasi dan sintesa; (3) pemodelan; (4) spesifikasi; dan (5) review

Pada tahap pengenalan masalah, analis mengidentifikasikan semua elemen dasar permasalahan. Pada tahapan evaluasi dan sintesa, analis harus dapat mendefinisikan semua fungsi software; memahami perilaku software; menetapkan karakteristik interface sistem; dan membuat pembatasan perancangan. Semua proses ini dilakukan untuk mendapatkan deskripsi masalah, sehingga solusi yang menyeluruh dapat disintesa.

Setelah melakukan evaluasi masalah dengan informasikan input dan output yang diharapkan, analis mulai mensintesa satu atau lebih solusi. Data, fungsi proses, dan perlaku sistem didefinisikan secara detail.

Selama tahap evaluasi dan sintesis, fokus utama analis adalah menjawab pertanyaan “apa”. Data apa yang dihasilkan dan dibutuhkan oleh sistem, fungsi apa yang harus dilakukan oleh sistem, interface apa yang akan dipakai, hal-hal apa yang menjadi pembatas.

Selama melakukan evaluasi dan sintesa, analis juga membuat model sistem sebagai usaha untuk lebih memahami data dan control flow, fungsi proses, perilaku sistem, dan isi informasi. Model yang dibuat analis ini menjadi pondasi dalam merancang software. Continue reading

Jan 14

CDM dan PDM

CDM (Conceptual Data Model)

CDM  adalah  model  yang  dibuat  berdasarkan  anggapan  bahwa  dunia  nyata  terdiri dari  koleksi  obyek-obyek  dasar  yang  dinamakan  entitas  (entity)  serta  hubungan (relationship)  antara  entitas-entitas  itu.  Biasanya  CDM  direpresentasikan  dalam bentuk Entity Relationship Diagram (Hanif Ramadhani, 2010-2011). Adapun manfaat penggunaan CDM dalam perancangan database :

  1. Memberikan   gambaran   yang   lengkap   dari   struktur   basis   data yaitu   arti, hubungan, dan batasan-batasan
  2. Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis.

PDM (Physical Data Model)

PDM Merupakan  model  yang  menggunakan  sejumlah  tabel  untuk  menggambarkan  data serta hubungan antara data-data tersebut. Setiap tabel mempunyai sejumlah kolom di mana setiap kolom memiliki nama yang unik.

Jan 14

Data Flow Diagram

DFD

Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang mengunakan notasi-notasi atau simbol-simbol  untuk  mengambarkan  sistem  jaringan  kerja  antar  fungsi-fungsi  yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data (Adi Nugroho, 2011).

DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem   baru   yang   akan   dikembangkan   secara   logika   tanpa   mempertimbangkan lingkungan  fisik  dimana  data  tersebut  mengalir  atau  dimana  data  tersebut  akan disimpan.   Salah   satu   keuntungan   menggunakan   diagram   aliran   data   adalah memudahkan   pemakai   (user)   yang   kurang   menguasai   bidang   komputer   untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan.

DFD terdiri dari diagram konteks (context diagram) dan diagram rinci (level diagram).  Diagram  konteks  adalah  diagram  yang  terdiri  dari  suatu  proses  dan menggambarkan  ruang  lingkup  suatu  sistem.  Diagram  konteks  merupakan  level tertinggi  dari  DFD  yang  menggambarkan  seluruh  input  ke  sistem  atau  output  dari sistem.  Dalam diagram konteks biasanya hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks. Diagram rinci adalah diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram level di atasnya.

Komponen DFD

Adapun komponen-komponen dalam DFD adalah sebagai berikut :

Menurut Yourdan dan DeMarco : Continue reading

Jan 14

Moving Average

Moving Averages (rata-rata bergerak)  adalah metode peramalan perataan nilai dengan mengambil  sekelompok  nilai  pengamatan yang kemudian  dicari  rata-ratanya,  lalu  menggunakan rata-rata tersebut sebagai ramalan untuk periode berikutnya. Istilah rata-rata bergerak digunakan, karena setiap kali data observasi baru tersedia, maka angka rata-rata yang baru dihitung dan dipergunakan sebagi ramalan.

Single Moving Average

Rata-rata bergerak tunggal (Single Moving Average) adalah suatu metode peramalan yang dilakukan dengan mengambil sekelompok nilai pengamatan, mencari  nilai rata-rata tersebut sebagai ramalan untuk periode yang akan datang. Metode Single Moving Average mempunyai karakteristik khusus yaitu ;

  • untuk menentukan ramalan pada periode yang akan datang memerlukan data historis selama jangka waktu tertentu. Misalnya, dengan 3 bulan moving average, maka ramalan bulan ke 5 baru dibuat setelah bulan ke 4 selesai/berakhir. Jika bulan moving averages bulan ke 7 baru bisa dibuat setelah bulan ke 6 berakhir.
  • Semakin panjang jangka waktu moving average, efek pelicinan semakin terlihat dalam ramalan atau menghasilakan moving average yang semakin halus.

Persamaan matematis single moving averages adalah sebagai berikut

Dimana:

Mt   = Moving Average untuk periode t
Ft+1   = Ramalan Untuk Periode  t + 1
Yt     = Nilai Riil periode ke t
n      = Jumlah batas dalam moving average Continue reading

Jan 14

Teknik Peramalan

Teknik Peramalan

Teknik peramalan diperlukan untuk menetapkan kapan suatu peristiwa akan terjadi atau timbul sehingga tindakan yang tepat dapat dilakukan untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh peristiwa tersebut.

Peramalan merupakan bagian integral dari kegiatan pengambilan keputusan manajemen. Organisasi selalu berusaha menduga faktor-faktor lingkungan, lalu memilih tindakan yang diharapkan akan menghasilkan pencapaian sasaran dan tujuan tersebut. Kebutuhan akan peramalan meingkat sejalan dengan usaha manajemen untuk mengurangi ketergantungan pada  hal-hal yang belum pasti (Makridakis, 1999). Continue reading