Feb 08

Animasi

Dikutip dari Suryanto (2005 : 287-297), dalam multimedia, animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layar. Ada Sembilan macam, yaitu animasi sel, animasi frame, animasi sprite, animasi lintasan, animasi spline, animasi vektor, animasi karakter, animasi computataional dan morphing.

Animasi Sel

Kata “cell” berasal dari kata “celluloid”, yang merupakan material yang digunakan untuk membuat film gambar bergerak pada saat awal. Sekarang, material film dibuat dari asetat (acetate), bukan celluloid. Potongan animasi dibuat pada sebuah potongan asetat atau sel (cell). Sel animasi biasanya merupakan lembaran-lembaran yang membentuk sebuah frame animasi tunggal. Sel animasi merupakan sel yang terpisah dari lembarang latar belakang dan sebuah sel untuk masing-masing objek yang bergerak secara mandiri di atas latar belakang. Lembaran-lembaran ini memungkinkan animator untuk memisahkan dan menggambar kembali bagian-bagian gambar yang berubah antara frame yang berurutan. Sebuah frame terdiri dari sel latar belakang dan sel diatasnya. Frame-frame yang digunakan untuk menyisipi celah-celah tersebut disebut keyframe. Selain keyframe, proses dan terminology animasi sel dengan layering dan tweening dapat dibuat dengan animasi komputer.

Animasi Frame

Animasi frame adalah bentuk animasi yang paling sederhana. Diumpamakan mempunyai sebuah buku yang mempunyai gambar yang berseri di tepi halaman berurutan. Bila jempol membuka buku dengan cepat, maka gambar kelihatan bergerak. Pada komputer multimedia, animasi buku tersebut menampilkan sebuah gambar yang berurutan secara cepat. Antara gambar satu (frame satu) dengan gambar lain (frame lain) berbeda. Dalam sebuah film, serangkaian frame bergerak melalui proyektor film dengan kecepatan sekitar 24 frame per detik.  24 frame per detik merupakan ambang batas, kurang dari itu gambar pada layar akan kelihatan kabur. Continue reading

Feb 08

Bunyi

Bunyi dalam PC multimedia, khususnya pada aplikasi bidang bisnis dan game sangat bermanfaat. PC multimedia tanpa bunyi hanya disebut unimedia, bukan multimedia. Kemampuan dasar bunyi yang harus dimiliki PC multimedia antara lain:

  • Membuat dan mensintensis bunyi
  • Menangkap bunyi dari dunia luar, dari yang didengar dan dari CD (Compact Disk).
  • Mengendalikan bunyi yang dibuat dari instrument elektronik, misalnnya MIDI.
  • Memainkan kembali bunyi tersebut lewat speaker atau sejenisnnya.

Masing-masing kemampuan membutuhkan teknologi, perangkat keras, dan perangkat lunak untuk menjalankannya. Bunyi dapat ditambahakan dalam produksi multimedia melalui suara. Seperti halnya pada grafik.

Ada 3 jenis objek bunyi yang biasa digunakan dalam produksi multimedia, yakni format waveform audio, MIDI dan MP3 file. (Suryanto, 2005 : 272)

Format Waveform Audio

Waveform audio merupakan format file audio yang berbentuk digital, dapat dimanipulasi dengan perangkat lunak PC multimedia. Kualitas produksi waveform audio bergantung pada sampling rate (banyaknya sampel per detik). Waveform audio disebut juga pulse code modulator (pcm) audio. Waveform (Wav) merupakan standar untuk windows PC, meskipun demikian file wav dapat digunakan di Mac. (Suryanto, 2005 : 273) Continue reading

Feb 08

Grafik

Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara baru dan lebih berguna. Sering dikatakan bahwa sebuah gambar dapat menyampaikan seribu kata. Tapi, itu hanya berlaku ketika kita bisa menampilkan gambar yang diinginkan saat kita memerlukannya. Multimedia membantu kita melakukan hal ini, yakni ketika gambar grafis menjadi objek suatu link. Grafis seringkali muncul sebagai backdrop (latar belakang) suatu teks untuk menghadirkan kerangka yang mempermanis teks. Picture ( gambar ) juga bisa berfungsi sebagai ikon, yang bila dipadu dengan teks, menunjukkan berbagai opsi yang bisa di pilih (select) atau gambar bisa muncul full-screen menggantikan teks, tapi tetap memiliki bagian-bagian tertentu yang berfungsi sebagai pemicu yang bila di klik akan menampilkan objek atau event multimedia lain. (Suryanto, 2005 : 261)

Gambar Vektor

Gambar vektor tidak disimpan dalam sebuah gambar, tetapi tersimpan sebagai serangkaian instruksi yang digunakan untuk membuat suatu gambar yang dinamakan algoritma, yang menentukan bentuk kurva, garis, dan berbagai bangun dengan gambar (picture). Untuk menyimpan image yang tidak mengandung terlalu banyak perubahan warna, vektor image adalah pilihan yang lebih efisien dibanding bitmap. Misalnya saja sebuah garis tengah lingkaran. Bitmap akan menyimpan setiap titik di sepanjang garis itu sebagai RGB color value, tetapi vektor image hanya akan menyimpan pangkal garis, arah, panjang, dan warnanya.

Vektor image memiliki tiga kelebihan di banding bitmap. Pertama, vektor image itu bersifat scalable, artinya kita bisa menggunakan program grafis untuk memperbesar atau memperkecil ukuran image tanpa mengubah kualitasnya atau tidak bergantung pada resolusinya. Anda dapat menciptakan gambar dengan resolusi rendah dan kemudian dapat menstransfernya pada resolusi tinggi. Kedua, karena vektor image biasanya memiliki ukuran file lebih kecil di banding grafis dalam format bitmap, karena gambar vektor yang besar dapat di kodekan dengan instruksi yang lebih kecil atau ringkas, maka vektor bisa di unduh lebih cepat di internet. Ketiga, gambar vektor dapat diubah dalam berbagai tampilan tiga dimensi. Dengan perangkat lunka yang sesuai, anda dapat membangun sebuah tampilan gambar dari setiap arah bahkan dari potongan melintang. Continue reading

Feb 08

Warna

Persepsi Visual Warna

Pada masa sekarang orang memilih warna tidak hanya sekedar mengikuti selera pribadi berdasarkan perasaan saja, tetapi telah memilihnya dengan penuh kesadaran akan keguanaannya. Pada abad ke-15, lama sebelum para ilmuwan memperkenalkan warna, Leonardo Da Vinci menemukan warna utama yang fundamental, yang kadang-kadang disebut warna utama psikologis, yaitu merah, kuning, hijau, biru, hitam dan putih. Kini para ilmuwan memperkenalkan keterlibatan warna terhadap cara otak menerima serta menginterprestasikan warna. Kemudian perkembangan bidang psikologis juga membawa warna menjadi objek perhatian bagi para psikologis.

Para ilmuan yakin bahwa persepsi visual terutama bergantung kepada interprestasi otak terhadap suatu rangsangan yang diterima oleh mata. Warna menyebabkan otak bekerja sama dengan mata dalam membatasi dunia eksternal. Menurut penelitian warna mempunyai rasa yang lebih baik dalam visi dan lebih kuat dalam persepsi terhadap warna dibandingkan dengan binatang.

Konflik antara warna dan bentuk terhadap persepsi manusia telah dipelajari oleh ahli-ahli psikolog. Pengenalan bentuk merupakan proses perkembangan intelektual sedangkan warna merupakan proses intuisi. Eksperiment menunjukan bahwa anak-anak bila disuruh memilih objek yang sama antara warna dan bentuk, hampir selalu memilih objek yang berwarna.

Sudah umum diketahui bahwa warna dapat mempengaruhi jiwa manusia dengan kuat atau dapat mempengaruhi emosi manusia. Warna dapat pula menggambarkan suasana hati seseorang. Pada seni sastra baik sastra lama maupun sastra modern, puisi maupun prosa, sering terungkap prihal warna baik sebagai kiasan atau sebagai perumpamaan. Telah banyak dibuktikan melalui percobaan-percobaan bawha warna mempengaruhi kegiatan fisik dan mental. Warnapun telah dipergunakan untuk alat penyembuhan penyakit mental. Continue reading

Feb 08

Tipografi

Tipografi adalah seni dan teknik dalam merancang maupun menata aksara dalam kaitannya untuk menyusun publikasi visual, baik cetak maupun non-cetak.

Jargon yang mengatakan “No graph without type” memang tidak berlebihan, karena jika grafis ditujukan sebagai sarana komunikasi visual maka aksara adalah salah satu bagian yang tidak bisa dikesampingkan. Sebaliknya, sebuah grafis bisa saja tidak memerlukan gambar. Tetapi tentu saja aksara yang dijadikan grafis memerlukan sarana serta teknik pengolahan yang memerlukan pengetahuan pula agar menjadi grafis atau gambar aksara yang baik dan mampu mengomunikasikan pesan.

Di dalam mengolah aksara menjadi grafis akan berlaku dasar-dasar ilmu komposisi pengaturan elemen-elemen sebagaimana elemen gambar yang lain yang akan berkaitan dengan tata ruang, tata warna serta tata estetika yang lain.

Tanpa Kait (Sans Serif)

Aksara Sans Serif adalah aksara yang tanpa serif  kait, di mana dalam bahasa Prancis, sans arti tanpa. Jenis aksara ini muncul belakangan kira-kira di akhir abad 19 dan termasuk di antara karya para seniman modernist. Aksara tanpa kait ini memiliki sifat yang streamline, fungsional, dan kontemporer. Di antara nama-nama aksara serif yang popular dari awal-awal pemakaiannya adalah Futura, AvantGrade, dan sebagainya. Pada perkembangannya, aksara Sans Serif semakin banyak dibuat walaupun jumlahnya tidak sebanyak aksara serif. Alasannya, karena aksara yang tidak memiliki kait ini dirasakan kurang legibly dan readable jika dipasang pada baris-baris teks yang panjang. (Kusrianto, 2010 : 50)

Berkait (Serif)

Aksara Serif memiliki garis-garis kecil yang disebut counter stroke pada ujung hampir semua tulisan. Garis-garis kecil itu posisinya berdiri horizontal terhadap badan aksara. Aksara Serif ini dikenal lebih legible dan readable karena garis-garis horizontal pada masing-masing kaki aksara itu membantu menuntun pandangan mata pembaca pada baris teks yang tengah di bacanya. Continue reading

Feb 08

Teks

Dikutip dari Suryanto (2005 : 255-259), bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks merupakan yang paling dekat dengan kita dan yang paling banyak kita lihat. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi  dalam multimedia yang menyajikan bahasa kita. Kebutuhan teks bergantung pada keguanaan aplikasi multimedia. Misalnnya, game membutuhkan teks lebih sedikit, sedangkan ensiklopedia membutuhkan teks lebih banyak.

Lebih dari itu file teks mempunyai struktur linier sederhana. Meskipun mungkin saja ada multimedia tanpa teks, kebanyakan system multimedia menggunakan teks sebab teks sangat efektif untuk menyampaikan ide serta memberikan panduan kepada pengguna. Secara umum ada empat macam teks : teks cetak, teks hasil scan, teks elektronis, dan hyperteks.

Teks Cetak

Teks cetak, teks yang tercetak di atas kertas.. Agar komputer multimedia bisa membaca teks cetak, maka perlu mengubahnya ke format yang bisa di baca mesin. Cara paling jelas untuk melakukan hal ini adalah mengetik teks tersebut dengan word processor atau teks editor, tapi itu bisa sangat menguras waktu dan tenaga. Cara lebih cepat barangkali adalah dengan men-scan teks tersebut.

Teks Hasil Scan

Kini tersedia banyak scanner  berbiaya rendah yang dapat membaca teks cetak dan mengkonvensinya menjadi format yang terbaca  mesin dan menghasilkan scanned teks (teks hasil scan). Pada prinsipnya ada tiga jenis scanner   : flatbed, handheld, dan sheet-fed. Flatbed scanner   lebih mahal karena menggunakan motor dan pulley yang mengerakkan scanner  di atas kertas. Handheld scanner  ( scanner  tangan ) lebih murah karena kitalah yang menggerakkan scan secara manual di atas permukaan kertas, karena itu tidak perlu biaya flatbed enclosure. Sheet-fed scanner  memiliki slot untuk memasukkan halaman tulisan yang akan di scan. Terlepas dari tipe apa pun scanner  yang digunakan, perkembangan perangkat lunak optical character recognition (OCR) yang mempercanggih scanner  semakin menambah tingkat akurasi scanner. Continue reading

Feb 08

Ilustrasi

Ilustrasi menurut definisinya adalah seni gambar yang dimanfaatkan untuk memberi penjelasan atas suatu maksud atau tujuan secara visual. Dalam perkembangannya, ilustrasi secara lebih lanjut ternyata tidak hanya berguna sebagai sarana pendukung cerita, tetapi dapat juga menghiasi ruang kosong. Misalnya dalam majalah, koran, tabloid, dan lain-lain. Ilustrasi bisa berbentuk macam-macam, seperti karya seni sketsa, lukis, grafis, karikatural, dan akhir-akhir ini bahkan banyak dipakai image bitmap hingga karya foto.(Kusrianto, 2009 : 140)

Fungsi ilustrasi adalah untuk memperjelas teks dan sekaligus sebagai eye-catcher. sejalan dengan  munculnya berbagai software pengolah gambar, saat ini telah berkembang berbagai jenis dan bentuk ilustrasi, tidak hanya berupa foto dan gambar manual. Pada prinsipnya semua elemen visual dapat digunakan sebagai ilustrasi. semua teknik dapat dilakukan untuk mewujudkan ide. (Supriyono. 2010 : 169)

Ilustrasi dengan Teknik Woodcut

Teknik membuat ilustrasi yang kemudian merupakan bagian dari grafis desain tidak dapat dipisahkan dari teknik reproduksi (untuk memperbanyak) yang berkembang waktu itu. Teknik pertama yang dikenal dengan nama woodcut alias membuat cukilan atau relief pada sebuah papan kayu kemudian dicap pada kertas atau kain.

Karya cukilan dengan cara woodcut juga ditemukan di Cina yang jauh lebih tua daripada di benoa Eropa maupun Amerika. Sebuah karya yang dibuat pada tahun 868 Masehi dari seorang seniman grafis yang tidak diketahui namanya dipergunakan dalam terjemahan kitab Agama Budha kedalam Bahasa Cina lengkap dengan ilustrasi gambar dari yang diceritakan dalam naskah tersebut. (Kusrianto, 2009 : 140) Continue reading