Grafik

Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara baru dan lebih berguna. Sering dikatakan bahwa sebuah gambar dapat menyampaikan seribu kata. Tapi, itu hanya berlaku ketika kita bisa menampilkan gambar yang diinginkan saat kita memerlukannya. Multimedia membantu kita melakukan hal ini, yakni ketika gambar grafis menjadi objek suatu link. Grafis seringkali muncul sebagai backdrop (latar belakang) suatu teks untuk menghadirkan kerangka yang mempermanis teks. Picture ( gambar ) juga bisa berfungsi sebagai ikon, yang bila dipadu dengan teks, menunjukkan berbagai opsi yang bisa di pilih (select) atau gambar bisa muncul full-screen menggantikan teks, tapi tetap memiliki bagian-bagian tertentu yang berfungsi sebagai pemicu yang bila di klik akan menampilkan objek atau event multimedia lain. (Suryanto, 2005 : 261)

Gambar Vektor

Gambar vektor tidak disimpan dalam sebuah gambar, tetapi tersimpan sebagai serangkaian instruksi yang digunakan untuk membuat suatu gambar yang dinamakan algoritma, yang menentukan bentuk kurva, garis, dan berbagai bangun dengan gambar (picture). Untuk menyimpan image yang tidak mengandung terlalu banyak perubahan warna, vektor image adalah pilihan yang lebih efisien dibanding bitmap. Misalnya saja sebuah garis tengah lingkaran. Bitmap akan menyimpan setiap titik di sepanjang garis itu sebagai RGB color value, tetapi vektor image hanya akan menyimpan pangkal garis, arah, panjang, dan warnanya.

Vektor image memiliki tiga kelebihan di banding bitmap. Pertama, vektor image itu bersifat scalable, artinya kita bisa menggunakan program grafis untuk memperbesar atau memperkecil ukuran image tanpa mengubah kualitasnya atau tidak bergantung pada resolusinya. Anda dapat menciptakan gambar dengan resolusi rendah dan kemudian dapat menstransfernya pada resolusi tinggi. Kedua, karena vektor image biasanya memiliki ukuran file lebih kecil di banding grafis dalam format bitmap, karena gambar vektor yang besar dapat di kodekan dengan instruksi yang lebih kecil atau ringkas, maka vektor bisa di unduh lebih cepat di internet. Ketiga, gambar vektor dapat diubah dalam berbagai tampilan tiga dimensi. Dengan perangkat lunka yang sesuai, anda dapat membangun sebuah tampilan gambar dari setiap arah bahkan dari potongan melintang.

Gambar Bitmap

Gambar bitmap merupakan rekontruksi dari gambar asli. Gambar bitmap adalah gamabar yang tersimpan sebagai rangkaian pixel (titik-titik) yang memenuhi bidang titik-titik di layar komputer. Seluruh informasi gambar dinyatakan dalam pixel. Untuk menampilkan gambar, komputer akan mengatur setiap titik di layar sesuai dengan detil warna bitmap. Kelemahannya kita tidak dapat memperbesar atau memperkecil resolusinya. Resolusinya bergantung pada gambar asli. Ukuran filenya relatife besar, karena tersimpan dalam pixel, bukan dalam instruksi membuat gambar. Gambar bitmap bila dikompresi, kualitasnya akan turun. Meskipun demikian gambar bitmap mempunyai beberapa kelebihan, antara lain pengolahannya minimal  dan lebih cepat untuk di tampilkan, karena gambar bitmap dapat ditransfer secara langsung dari file  ke layar monitor anda.

Clipart

Membuat grafis dengan tangan sangat menyita waktu. Untuk menghemat waktu, ada banyak sekali koleksi clipt art yang anda gunakan waktu membuat multimedia.

Ada banyak koleksi dengan kategori umum, termasuk foto, ikon, animasi, background tile, button, dan bullet, sementara koleksi lain berfokus pada visual theme, seperti image alam atau keilmuan. Biasanya kita bisa menggunakan berbagai clip art image tanpa harus bayar, tapi pastikan dulu anda membaca lisensinya, siapa tahu ada pembatasan tertentu. Mungkin anda diharuskan menyertakan courtesy hyperlink (berisi izin) ke situs Web library clip art bersangkutan. (Suryanto, 2005 : 263)

Format File Grafik

Perancang aplikasi multimedia seharusnya familiar dengan beberapa formal file grafik. Format file grafik tersebut antara lain Acrobat TouchUp Image (*.PDF, *.AI, *.PDP), BMP (*.BMP, *.RLE), Photoshop (*.PSD, *.PDD), Photoshop DPS/DCS (*.EPS), CompuServ GIF (*.GIF), JPEG (*.JPG, *.JPE), PICT file (*.PIC, *.PCT), PNG (*.PNG), PSD, Raw (*.RAW), Scitex CT (*.SCT), Tagra (*.TGA, *.VDA, *.ICB, *.VST) dan TIFF (*.TIF). Di samping itu juga ada format file yang spesifik yang dibuat dengan perangkat lunak multimedia misalnya CorelDraw dengan CDR, FreeHand dengan FH8.

  • PICT merupakan format file default Macintosh yang tersedia untuk setiap aplikasi grafik yang dijalankan pada sebuah platform Macintosh. Karakteristik kunci dari tipe file PICT adalah kemampuannya untuk memuat objek yang digambar secara bitmap maupun vektor. File ini diidikasikan dengan ekstensi .PIC.
  • BMP merupakan format file default Windows. Format file ini yang paling popular pada platform Windows dan diindentifikasikan dengan ekstensi .BMP. Format BMP mendukung RGB, Indexed Colour, Grayscale dan Bitmap colour mode, tetapi tidak mendukung alpha channel.
  • Joint Photographic Experts Group (JPEG) bertanggungjawab terhadap pengembangan standar dan format pemetaan gambar yang digunakan secara luas di seluruh dunia. JPEG menggunakan ekstensi .JPG. Format JPEG merupakan format grafik yang terkompresi, digunakan untuk menampilkan foto dan gambar secara kontinyu dan dapat mengendalikan kedalaman warna. JPEG merupakan format file yang paling populer digunakan di Web. Sebagai file JPEG yang terkompresi, ukurannya relatif kecil dan paling cocok digunakan di Web. Desainer dapat memilih derajat kompersi file JPEG dengan mengindikasikan penetapan output resolusi rendah, resolusi sedang atau resolusi tinggi.
  • Format file GIF (Grafik Interchange File) merupakan format file terkompresi yang dikembangkan oleh CompuServe untuk digunakan di internet. Agar dapat menjaga penurunan file, sebuah file GIF dapat tidak dengan mengendalikan kedalaman warna 16 bit (dari 256 warna). Format GIF preserves secara transparan dalam gambar warna treindeks dan memungkinkan desainer membuat gambar animasi kecil dengan meletakan gambar pada ujung atas (gambar satu dengan yang lainnya). Seluruh versi yang ada dari web browser berkemampuan untuk melihat dan menampilkan jenis file ini. File ini diidikasikan dengan ekstensi .GIF.
  • Tagged interchange File Format (TIFF) merupakan format file terkompresi yang biasanya digunakan di paket desktop publishing dan merupakan format file bagi perusahaan percetakan. File ini diindikasikan dengan ekstensi .TIF. Kekuatan dari file TIFF adalah lebih fleksibel dari format gambar bitmap yang didukung secara ritual oleh selurung point, image editing dan aplikasi kedalam layout.
  • Encapsulated Post Script (EPS) language file format digunakan dalam photoshop dapat memuat baik gambar vektor maupun grafik dan didukung secara luas oleh program grafik, ilustrasi dan layout halaman. File ini diindifikasikan dengan ekstensi .EPS digunakan untuk mentransfer artwork bahasa Post Script antara aplikasi. Ketika sebuah file EPS memuat grafik vektor dibuka, perangkat lunak manipulasi gambar seperti Photoshop melakukan raterasi gambar, mengubah grafik vektor  ke pixel.
  • Portable Network Graphics (PNG) dikembangkan sebagai alternatif bebas-patent untuk GIF. File ini diindikasikan dengan .PNG dan merupakan sebuah format file terkompresi untuk menampilkan gambar pada Word Wide Web. Tidak seperti GIF, PNG mempunyai kemampuan menampilkan gambar 24 bit dan menghasilkan latar belakang secara transparan. Masalah dengan file PNG tidak seperti file GIF yang didukung oleh beberapa Web Browser.
  • PSD merupakan format yang digunakan Photoshop  untuk menyimpan file yang telah dibuat dan dimanipulasi. PSD mendukung seluruh mode gambar yang tersedia (Bitmap, Greyscale, Indexed Colour, RGB, CMYK, Lab dan Multi Chanel). File PSD tidak dikompersi dan memuat informasi tentang berbagai graphic layer yang ada tanpa sebuah file. (M.Suryanto, 2005 : 268)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>