Erosi

Operasi Erosi

Operasi erosi memiliki sifat sama dengan operasi pengurangan pada operasi Minkowski yaitu menggunakan operasi himpunan irisan (intersection).  Erosi dapat dinyatakan sebagai :

Proses Erosi

Proses erosi merupakan kebalikan dari proses dilasi. Jika dalam proses dilatasi menghasilkan objek yang lebih luas, maka dalam proses erosi akan menghasilkan objek yang menyempit (mengecil). Lubang pada objek juga akan tampak membesar seiring menyempitnya batas objek tersebut. Sama seperti dilasi, proses erosi membandingkan setiap pixel citra input dengan nilai pusat tapis dengan cara melapiskan (superimpose) tapis dengan  citra sehingga pusat tapis tepat dengan posisi pixel citra yang diproses. Jika semua pixel pada tapis sama dengan semua nilai pixel objek (foreground) citra maka pixel input di set nilainya dengan nilai pixel foreground, bila tidak maka input pixel di beri nilai pixel background. Proses serupa dilanjutkan dengan menggerakkan tapis pixel demi pixel pada citra input.

Ilutrasi Erosi

Gambar berikut ini mengilustrasikan citra sebelum dan sesudah proses erosi dengan tapis berukuran 3 x 3 dengan semua elemen tapis bernilai 1.

Dari gambar di atas terlihat hasil proses erosi menyebabkan objek mengecil. Semakin besar tapis yang digunakan maka hasil yang akan didapatkan akan semakin kecil. Begitu juga apabila proses erosi dilakukan berulang-ulang akan terus mengecilkan objek walaupun hanya menggunakan tapis berukuran kecil.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>