Feb 04

Suara (Audio) – Unsur Video

Audio adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda, getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitude yang berubah secara continue terhadap waktu. Audio terdiri dari beberapa jenis (Ispantoro, 2011) :

AVI (Audio Video Interlaced)

Merupakan file video yang biasa dapat dibuka di handphone dengan menampilkan SmartMovie atau DVIXPlayer. Di computer file AVI dapat dibuka dengan Windows Media Player.

MP4

Merupakan file video yang sering ditemukan pada handphone. Aplikasi handphone yang cocok untuk membuka file jenis ini adalah Real One Player, PVplayer, SmartMovie yang dilengkapi codec MP4

WMV (Windows Media Video)

Merupakan file video yang dapat dibuka pada ponsel-ponsel berkategori Smartphone berbasis Windows. Di koputer file WMV dapat dibuka dengan Windows Media Player.

3GP

Merupakan file video standar yang digunakan pada sebuah handphone. File ini merupakan hasil dari rekaman video melalui sebuah ponsel.

WMA (Windows Media Audio)

Salah satu format yang ditawarkan oleh Microsoft. Kualitas musik yang ditawarkanformat WMA lebih daripada MP3. Peranti lunak dan peranti keras terbaru umumnya mendukung format ini. Namun dukungan ponsel belum seluas format MP3. Continue reading

Feb 04

Klasifikasi Video

Video adalah kumpulan potongan-potongan visual yang dirangkai dengan atau tanpa efek-efek tertentu dan disesuaikan berdasarkan ketukan-ketukan pada irama lagu, nada, lirik dan instrumennya. Kata video berasal dari sebuah singkatan yang berasal dari bahasa inggris yaitu visual dan audio. Kata vi adalah singkatan dari visual yang berarti gambar, kemudian deo adalah singkatan dari audio yang berarti suara. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan pemahaman video adalah seperangkat komponen atau media yang mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu bersamaan. Pada dasarnya hakekat video adalah mengubah suatu ide atau gagasan menjadi sebuah tayangan gambar dan suara. (Suyanto, 2004).

Menurut Ispantoro (2011), video dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis antara lain :

Video Training dan Pembelajaran

Video training dapat diproduksi untuk menjelaskan secara detil suatu proses tertentu, cara pengerjaan tugas tertentu, cara latihan, untuk memudahkan tugas para trainner atau instruktur atau guru atau manager. Dalam proses produksi video klip, akan  menampikan dalam berbagai bentuk (syuting video, grafis, animasi, narasi, teks) yang memungkinkan informasi tersebut terserap secara optimal oleh permirsa.

Video Klip Musik

Video klip termasuk ke dalam media audio visual, yaitu media yang mempunyai unsure suara dan unsure gambar yang dibuat untuk memvisualisasikan sebuah lagu (Marihandoro, 2001).

Dengan pernyataan diatas dapat disimpulkan video klip adalah tayangan lagu yang berbentuk audio visual, dalam hal ini penonton bisa melihat gerak dari personil ataupun penyanyi yang membawakan lagu tersebut dan juga bisa mendegarkan lagu yang sedang dinyanyikan yang berdurasi 3-5 menit. Video klip bisa ditayangkan dalam bentuk  format seperti format untuk televisi, DVD, VCD, dan masih banyak lagi. Video klip juga merupakan sarana untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui lagu yang dinyanyikan dan diharapkan penonton dapat menerima pesan yang disampaikan melalui lagu tersebut. Selain itu video klip juga bisa dapat disajikan sebagai media promosi seperti melalui televisi atau VCD, sehingga band atau penyanyi yang sedang membawakan lagu tersebut bisa di kenal oleh masyarakat. Continue reading

Jan 22

Gerakan Kamera

Gerakan kamera terdiri dari :

Zooming (In/Out)

Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek.

Panning (Left/Right)

Yang dimaksud dengan gerakan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri. Bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.

Tilting (Up/Down)

Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dank ke bawah. Masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.

Tracking

Gerakan yang dilakukan kamera mendekati atau menjauhi obyek. Track in adalah gerakan kamera mendekati obyek, sedangkan track out adalah gerakan kamera menjahui obyek.

Follow

Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.

Framing (In/Out)

Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framing shot. Continue reading

Jan 22

Sudut Pengambilan Gambar (Camera Angle)

Sudut pengambilan gambar dalam perancangan ini menurut Rajaq & Ispantoro,(2011:4) antara lain :

TS ( Total Shoot )

Sudut pengambilan gambar yang menampilkan keseluruhan obyek, para personil beserta latar belakangnya dengan sudut pengambilan kamera normal angel, dimana posisi kamera sejajar dengan obyek yang diambil.

MCU ( Medium Close Up )

Sudut pengambilan gambar yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala dengan sudut pengambilan kamera obyektive kamera, dengan tehnik pengambilan dimana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya. Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang.

ECU ( Extreme Close Up )

Sudut pandang ganbar yang menampilkan detail obyek, misalnya mata, kepala atau tehnik memaiankan alat musik dengan sudut pengambilan kamera low angle (frog eye view), dengan posisi kamera lebih rendah dari obyek. Fungsinya untuk merangsang rasa kagum penonton, meningkatkan ketinggian karena pandangan ditempatkan lebih rendah dari objek.

Bird Eye View

Pengambilan gambar dilakukan dari atas dari ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain di bawah terlihat kecil. Pengambilan gambar biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung-gedung tinggi. Continue reading

Jan 22

Format Media

Master tape dari video klip ini berupa kaset DVD, format media yang dipakai adalah PAL (Phose Alternating Line), yaitu standar ukuran video yang digunakan pada media video di Indonesia.

Menurut  Purwanto (2004, 19)  PAL adalah sebuah enconding berwarna yang digunakan dalam televisi broadcast. PAL digunakan untuk garis alternasi fase. PAL terdiri dari 625 baris dan ditayangkan sebanyak 25 frame dalam setiap satu detik (fps). System ini digunakan di seluruh dunia kecuali di kebanyakan dunia Amerika, karena di Amerika menggunakan system NTSC. Sistem Broadcast PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, pada tahun 1967. PAL termasuk standar kedua dalam system televisi broadcast.

Jenis-jenis PAL adalah :

PAL B/G/D/K/I

Standar televisi PAL umumnya menggunakan 625 garis dan 25 fps. Negara yang menggunakan PAL B/G hampir semua Negara di Eropa Barat, PAL I digunakan di Inggris, Irlandia, Hongkong, dll. Untuk PAL D/K digunakan di Negara-negara Eropa Selatan, dan untuk standard PAL D khusus dipakai oleh China. PAL B/G/D/K/I menggunakan modulasi frekuensi dan modulasi video ditransmisikan menggunakan modulasi negatif AM untuk informasi suaranya. Indonesia menggunakan PAL B yang mengalokasikannya membutuhkan lebar bandwidth 7 MHz.

PAL M (Standar televisi Brazil)

PAL yang digunakan di negara Brazil menggunakan 525 garis dan 29.97 fps. Hampir semua negara yang menggunakan PAL M sama halnya menggunakan NTSC. Dan kebanyakan negara – negara yang menggunakan PAL M cenderung menggunakan NTSC karena kalau dilihat dari PAL M dengan NTSC sama. PAL M untuk informasi suaranya menggunakan modulasi frekuensi dan untuk modulasi videonya ditransmisikan menggunakan modulasi negatif AM Continue reading

Jan 22

Unsur-unsur Video

Multimedia adalah alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, gambar, audio, animasi, dan video (Aqsho,2010:6). Multimedia terbagi dalam beberapa elemen antara lain :

Teks

Teks terdiri dari unit-unit bahasa dalam penggunaannya. Unit-unit bahasa tersebut adalah merupakan unit gramatikal seperti klausa atau kalimat namun tidak pula didefenisikan berdasarkan ukuran panjang kalimatnya. Teks terkadang pula digambarkan sebagai sejenis kalimat yang super yaitu sebuah unit gramatikal yang lebih panjang dari pada sebuah kalimat yang saling berhubungan satu sama lain. Jadi sebuah teks terdiri dari beberapa kalimat sehingga hal itulah yang membedakannya dengan pengertian kalimat tunggal. Selain itu sebuah teks dianggap sebagai unit semantik yaitu unit bahasa yang berhubungan dengan bentuk maknanya. Dengan demikian teks itu dalam realisasinya berhubungan dengan klausa yaitu satuan bahasa yang terdiri atas subjek dan predikat dan apabila diberi intonasi final akan menjadi sebuah kalimat. (Hassan, 1976:1)

Dalam penjelmaan dan penurunannya, secara garis besar dapat disebutkan adanya tiga macam teks, yaitu:

  1. Teks lisan (tidak tertulis).
  2. Teks naskah tulisan tangan.
  3. Teks cetakan.

Jika  dilihat berdasarkan masa perkembangannya, teks yang pertama adalah teks lisan, teks lisan lahir dari cerita-cerita rakyat yang diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi melalui tradisi mendongeng. Teks lisan berkembang menjadi teks naskah tulisan tangan yang merupakan kelanjutan dari tradisi mendongeng, cerita-cerita rakyat yang pernah diturunkan disalin ke dalam sebuah tulisan dengan menggunakan alat dan bahan yang sangat sederhana dan serta menggunakan aksara dan bahasa daerahnya masing-masing. Teks naskah tulisan tangan ini masih tradisional, setelah ditemukannya mesin cetak dan kertas oleh bangsa Cina maka perkembangan teks pun menjadi lebih maju, pada masa ini orang tidak harus susah-susah menyalin sebuah teks, tetapi teks-teks sangat mudah diperbanyak dengan waktu yang tidak lama, maka lahirlah teks-teks cetakan.   (Baried, 1985:2). Continue reading

Jan 22

Tahap Produksi dan Pasca Produksi

Tahap Produksi

“Produksi merupakan hasil kombinasi dari faktor – faktor produksi (Alam , 2006 ; 56). Pengambilan gambar (shooting video) dilakukan, idealnya hingga tuntas. Kebutuhan shooting video sebelumnya telah dirumuskan pada tahap Pra Produksi, idealnya dalam bentuk storyboard yang mencakup banyak informasi termasuk sudut pengambilan gambar (angle). Pada kebanyakan film komersial, kegiatan shooting merupakan tahapan kegiatan yang berbiaya produksi paling tinggi disebabkan keterlibatan banyak kru, pemain (aktor/aktris) itu sendiri, serta pemakaian alat – alat canggih yang dibayar sebagai sewa harian. Karena itu dapat dengan mudah dipahami bahwa kegiatan Pra Produksi yang baik dapat menuntun jalannya kegiatan produksi agar berjalan dengan efektif dan efisien.

Tahap Pasca Produksi

Pada tahap pasca produksi semua bahan mentah produksi dikumpulkan untuk diolah. Analoginya, ialah seorang koki yang membawa semua bahan masakan dan bumbu ke dapur, untuk diolah sesuai resep yang telah ada. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dalam tahapan editing video.

  • Fungsi Editing Video
    Editing video merupakan proses menggerakan dan menata video shoot atau hasil rekaman gambar menjadi suatu rekaman gambar yang baru dan enak untuk dilihat. secara umum pekerjaan editing adalah berkaitan dengan proses pasca produksi, seperti, colour correction, sound mixing, dan capture video.
  • Fungsi Sound
    Fungsi sound meliputi sejumlah keperluan seperti, pembuatan musik ilustrasi, pembuatan sound efek, dan sound recording (untuk keperluan dubbing narasi).
  • Fungsi Image Editing
    Merupakan penunjang elemen grafis untuk keperluan editing video yang dipergunakan dalam pembuatan judul dan ilustrasi.
  • Fungsi Animasi dan Visual Efek
    Merupakan bagian video yang berupa animasi atau visual efek merupakan klip video berdurasi tertentu yang ditambahkan pada proyek video editing.
  • Fungsi Distribusi
    Produk video yang telah dibuat mungkin selanjutnya akan didistribusikan kepada pemirsa yang merupakan target komunikasi dari produk video tersebut. Setelah proses editing video menghasilkan format file tertentu, file ini kemudian dapat diproses lanjut dalam usaha pembuatan vcd/dvd agar kelak dapat digandakan atau didistribusikan secara massal.