Mar 12

Penyimpangan Dalam Modifikasi Normalisasi

Apa itu Normalisasi?

  • Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam basis data
  • Kriteria yang mendefinisikan level-level pada normalisasi adalah bentuk normal (norm form)

Apa tujuan Normalisasi?

Normalisasi perlu dilakukan agar kerelasian dalam basis data menjadi mudah dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru

Apa saja penyimpangan dalam modifikasi Normalisasi?

Penyimpangan dalam proses modifikasi data disebut anomalies. Ada 3 bentuk penyimpangan :

  1. Delete anomalies
    Adalah proses penghapusan suatu entity logik yang mengakibatkan hilangnya informasi tentang entity yang tidak direlasikan secara logik. Contoh : Continue reading
Jan 15

Pascal

Sejarah Pascal

Pascal adalah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.[1]

Kelebihan Pascal sebagai bahasa pemrograman untuk tujuan pengajaran adalah :

  • Pascal telah memiliki tipe dasar : boolean, char, integer, real.
  • Pascal dapat membuat tipe data baru yang diturunkan dari tipe data standar.
  • Pascal memiliki struktur sederhana dan mudah dipahami karena memiliki kemiripan dengan bahasa manusia (Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi).
  • Pascal merupakan bahasa pemrograman yang case insensitive (tidak membedakan huruf kapital maupun bukan) sehingga memperkecil kesalahan penulisan.
  • Metode pemrograman pada Pascal adalah Pemrograman Terstruktur.

Contoh Program Sederhana

{file       : hello.pas}

{deskripsi  : menuliskan “Hello World” ke layar}

Program hello;

Begin

Writeln(‘Hello World’);

End. Continue reading

Jan 10

Kerangka Manajemen Proyek dan Perspektif Ilmu Terkait

Kerangka Manajemen Proyek

Kerangka manajemen proyek merupakan batasan standarisasi pengelolaan manajemen proyek secara internasional dan secara mendasar meliputi tiga hal pokok yaitu Project Management Context, Project Management Processes dan Project Management Knowledge Areas, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Project Management Context merupakan penguraian secara rinci terhadap ruang lingkup pelaksanaan manajemen proyek baik secara internal maupun eksternal
  2. Project Management Processes merupakan penggambaran umum serta hubungan keterkaitan antar rangkaian proses dalam pelaksanaan pengelolaan manajemen proyek
  3. Project management Knowledge Areas merupakan pembahasan secara keseluruhan terhadap sembilan fungsi yang mendasari pelaksanaan manajemen proyek untuk mencapai kesuksesan proyek, kesembilan fungsi tersebut adalah:
  1. Manajemen Integrasi Proyek (MIP)
  2. Manajemen Ruang Lingkup Proyek (MRLP)
  3. Manajemen Waktu Proyek (MWP)
  4. Manajemen Biaya Proyek (MBP)
  5. Manajemen Kualitas Proyek (MKuP)
  6. Manajemen Sumber Daya Insani Proyek (MSDIP)
  7. Manajemen Komunikasi Proyek (MKoP)
  8. Manajemen Resiko Proyek (MRP)
  9. Manajemen Pengadaan Proyek (MPP)

Secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut:

Dilihat dari peranan yang ada, pengetahuan terbagi atas dua fungsi yaitu fungsi inti (utama) dan fungsi fasilitas (pendukung) yang bermuara pada Manajemen Integrasi Proyek, dimana kedua fungsi  ini berjalan secara konvergen dan saling terkait untuk menuju satu titik tujuan.

Perspektif Ilmu Terkait

Perspektif ilmu – ilmu terkait untuk melaksanakan pengelolaan manajemen proyek di dalam sebuah perusahaan banyak berhubungan dengan ilmu – ilmu manajemen umum dan ilmu – ilmu aplikasi yang dispesifikasikan untuk jenis proyek tertentu, misalnya strategi mangatur cash flow yang dipelajari dalam ilmu akuntansi, strategi menyusun kontrak kerja yang dipelajari dalam ilmu hukum, strategi mengatasi konflik yang dipelajari dalam ilmu perilaku organisasi, strategi mengatur waktu pekerjaan yang dipelajari dalam riset operasi, strategi mengelola dokumen yang dipelajari dalam ilmu administrasi, strategi menilai investasi yang dipelajari dalam ilmu manajemen keuangan dan lain sebagainya.

Disamping itu ilmu – ilmu aplikasi yang terkait dalam manajemen proyek khususnya dalam sistem teknologi informasi, seperti implementasi software aplikasi perusahaan (SAP atau BAAN) dalam sistem informasi perusahaan, implementasi Lotus Notes dalam intranet, implementasi Electronic Data Interchange (EDI) dalam extranet, implementasi MYOB atau DEA dalam sistem informasi akuntansi, implementasi oracle dalam Decision Support System (DSS) dan lain sebagainya.

Secara grafis, keterkaitan ilmu manajemen proyek terhadap ilmu – ilmu lain yang terkait serta proyek – proyek sistem teknologi informasi terhadap ilmu – ilmu lain, seperti yang diperlihatkan dalam gambar berikut:

Jan 02

Komponen Sistem Pengenalan Pola

Struktur Sistem pengenalan pola dasar terdiri dari (Darma Putra : 2010):

Sensor

Sensor berfungsi untuk menangkap objek dari dunia nyata dan selanjutnya diubah menjadi sinyal digital (sinyal yang terdiri atas sekumpulan bilangan) melalui proses digitalisasi.

Mekanisme Pra-Pengolahan

Mekanisme Pra-Pengolahan berfungsi mempersiapkan citra atau sinyal agar dapat menghasilkan cirri yang lebih baik pada tahap berikutnya. Pada tahap ini sinyal informasi ditonjolkan dan dinyal pengganggu (derau) diminimalisasi.

Mekanisme Pencari dan seleksi Feature

Bagian ini berfungsi menemukan karakteristik pembeda yang mewakili sifat Utama sinyal dan sekaligus mengurangi dimensi sinyal menjadi sekumpulan bilangan yang lebih sedikit tetapi representative.

Algoritma Klasifikasi

Pada tahapan ini klasifikasi dilakukan dengan menggunakan algoritma klasifikasi tertentu. Hasil dari tahapan ini adalah klasifikasi dari objek yang ditangkap ke dalam kriteria-kriteria yang telah ditentukan.

Algoritma Deskripsi

Pada tahapan ini berfungsi untuk memberikan deskripsi pada sinyal.

Dec 29

Karakteristik SPK

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan

SPK pada dasarnya merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem informasi manajemen terkomputerisasi (computerized management information systems), yang dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakainya. Sifat interaktif ini diperlukan untuk memudahkan integrasi antara berbagai komponen dalam proses pengambilan keputusan, seperti prosedur, kebijakan, teknik analisis, serta pengalaman dan wawasan manajerial guna membentuk suatu kerangka keputusan yang bersifat fleksibel (Suryadi dan Ramdhani, 1998). SPK berbeda dengan sistem informasi lainnya (Turban, 2005). Beberapa karakteristik yang membedakannya adalah :

  1. SPK dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya terstruktur ataupun tidak terstruktur
  2. Dalam proses pengolahannya, SPK mengkombinasikan penggunaan model-model/teknik-teknik analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari/interogasi informasi
  3. SPK dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah oleh orang-orang yang tidak memiliki dasar kemampuan pengoperasian komputer yang tinggi. Oleh karena itu pendekatan yang digunakan biasanya model interaktif
  4. SPK dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi. Sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai perubahan lingkungan yang terjadi dan kebutuhan pemakai Continue reading