Jan 23

Manfaat, Keterbatasan, dan Faktor Sukses Sistem Berbasis Pengetahuan

Manfaat dan kemampuan Sistem Berbasis Pengetahuan

Beberapa manfaat Sistem Pakar adalah sebagai berikut (Turban, dkk., 2005):

  1. Meningkatkan output dan produktivitas.
  2. Meningkatkan waktu dan pengambilan keputusan.
  3. Meningkatkan kualitas proses dan produk.
  4. Mengurangi downtime.
  5. Menyerap keahlian langka.
  6. Fleksibilitas.
  7. Operasi peralatan yang lebih mudah.
  8. Eliminasi kebutuhan peralatan yang mahal.
  9. Operasi dilingkungan yang berbahaya.
  10. Aksesibilitas ke pengetahuan dan help desk.
  11. Kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap/tidak pasti.
  12. Kelengkapan pelatihan.
  13. Peningkatan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan Meningkatkan proses pengambilan keputusan.
  14. Meningkatkan kualitas keputusan.
  15. Kemampuan untuk memecahkan persoalan kompleks.
  16. Transfer pengetahuan ke lokasi terpencil.
  17. Peningkatan sistem informasi yang lain.

Keterbatasan Sistem Berbasis Pengetahuan

Metodologi Sistem Pakar yang tersedia mungkin tidak langsung dan efektif, bahkan untuk banyak aplikasi dalam kategori umum. Persoalan-persoalan berikut telah memperlambat penyebaran Sistem Pakar (Turban, dkk., 2005): Continue reading

Jan 23

Bidang-bidang Masalah yang Cocok untuk Sistem Berbasis Pengetahuan

Sistem Pakar dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara. Salah satu cara adalah berdasarkan area persoalan umum yang ditanganinya. Beberapa Sistem Pakar termasuk dalam dua atau lebih kategori berikut (Turban, dkk., 2005):

Sistem interpretasi

Menyimpulkan deskripsi situasi dari observasi. Kategori ini termasuk pengawasan, speech understanding, analisis citra, interpretasi sinyal, dan banyak jenis analisis kecerdasan. Sistem interpretasi menjelaskan data yang telah diobservasi dengan menetapkan arti simbolik yang mendeskripsikan situasi.

Sistem prediksi

Menyertakan ramalan cuaca, prediksi demograri, peramalan ekonomi, prediksi lalu lintas, perkiraan panen, dan peramalan militer, pemasaran dan keuangan.

Sistem diagnostik

Menyertakan diagnosis medis, elektronik, mekanik, dan perangkat lunak. Sistem diagnostik biasanya menghubungkan ketidakteraturan kelakuan dengan penyebab dasarnya.

Sistem desain

Mengembangkan konfigurasi objek yang memenuhi batasan persoalan desain. Persoalan tersebut mencakup layout sirkuit, desain bangunan, dan layout pabrik. Sistem layout menginstruksi objek dalam berbagai hubungan satu sama lain dan memverifikasi bahwa konfigurasi ini sesuai dengan batasan yang dinyatakan. Continue reading

Jan 23

Basis Pengetahuan dan Mesin Inferensi

Knowledge Base

Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam penyelesaian masalah, tentu saja di dalam domain tertentu. Ada dua bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan diantaranya yaitu :

  1. Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning)
    Pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila telah memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu dan si pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan.
  2. Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning)
    Pada penalaran berbasis kasus, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama.

Inference Engine

Mesin inferensi merupakan otak dari Sistem Pakar, bagian ini mengandung mekanisme fungsi berpikir dan pola-pola penalaran sistem yang digunakan oleh seorang pakar. Mekanisme ini akan menganalisa suatu masalah tertentu dan kemudian mencarikan jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Dari fakta-fakta yang diperoleh selama proses tanya jawab dengan user, serta aturan-aturan yang tersimpan di knowledge base, inference engine dapat menarik suatu kesimpulan dan memberikan rekomendasi atau saran yang diharapkan oleh user.

Proses penalaran ada dua macam dan biasanya lebih disebut dengan proses chaining yaitu forward chaining dan backward chaining. Kedua metode ini mempunyai kelebihan tersendiri, semuanya itu tergantung dari kondisi permasalahan yang dihadapi dan basis pengetahuan. Continue reading

Jan 23

Struktur dan Komponen Sistem Berbasis Pengetahuan

Struktur Sistem

Struktur Sistem Pakar terdiri dari dua pokok (Sri Kusumadewi, 2003), yaitu: lingkungan pengembang (development environment) dan lingkungan konsultasi (consulatation environment). Lingkungan pengembang digunakan sebagai pembangunan Sistem Pakar baik dari segi pembangunan komponen maupun basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh seseorang bukan ahli untuk berkonsultasi.

Komponen-komponen Sistem

Komponen-komponen Sistem Pakar terlihat pada Gambar 2.1 diatas dan berikut penjelasan dari masing-masing komponen (Sri Kusumadewi, 2003), yaitu: Continue reading

Jan 22

Konsep Dasar Sistem Berbasis Pengetahuan

Menurut Efraim Turban, konsep dari Sistem Pakar mengandung keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan, dan kemampuan menjelaskan (Sri Kusumadewi, 2003).

Keahlian (Expertise)

Keahlian merupakan pengetahuan khusus yang dimiliki oleh seseorang melalui latihan, belajar, serta pengalaman yang dialami pada suatu bidang tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama. Pengetahuan tersebut dapat berupa fakta-fakta, teori-teori, aturan-aturan serta strategi untuk menyelesaikan suatu masalah. Dengan pengetahuan tersebut seorang pakar dapat memberikan keputusan yang lebih baik dan cepat dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang sulit.

Ahli atau Pakar (Expert)

Seorang pakar harus memiliki kemampuan menyelesaikan permasalahan pada bidang tertentu yang ditanganinya, kemudian memberikan penjelasan mengenai hasil dan kaitannya dengan permasalahan yang ada. Selain itu seorang pakar juga harus mempelajari hal-hal baru dari setiap perkembangan yang ada, lalu menyusun kembali pengetahuannya, dan dalam hal tertentu dapat memberikan alternatif lain agar mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi serta menghasilkan solusi yang tepat. Untuk meniru keahlian pakar, perlu dibangun sebuah sistem komputer yang menunjukan seluruh karakteristik tersebut. Namun hingga saat ini, pekerjaan dibidang Sistem Pakar terfokus pada aktifitas penyelesaian masalah dan memberikan penjelasan mengenai solusinya.

Pengalihan Keahlian (Transfering Expertise)

Tujuannya adalah memindahkan keahlian yang dimiliki oleh seorang pakar ke dalam sebuah sistem komputer, kemudian dari sebuah sistem komputer kepada orang lain yang bukan pakar. Proses yang dilakukan adalah : Continue reading

Jan 22

Sistem Berbasis Pengetahuan

Definisi Sistem Berbasis Pengetahuan

Sistem Berbasis Pengetahuan diturunkan dari istilah knowledge based expert system. Sistem ini merupakan sistem yang menggunakan pengetahuan manusia yang telah disimpan dalam komputer untuk menyelesaikan permasalahan yang memerlukan kepakaran seorang ahli (Buliali, dkk., 2007)

Sistem Berbasis Pengetahuan atau Sistem Pakar merupakan salah satu cabang dari AI dimana dalam dunia komersial disebut dengan sistem yang dapat secara efektif dan efisien melaksanakan tugas yang tidak terlalu memerlukan pakar. Sistem Berbasis Pengetahuan dikenal juga dengan sistem penasihat, sistem pengetahuan, sistem bantuan kerja cerdas atau sistem operasional (Turban, dkk., 2005).

Sistem Berbasis Pengetahuan atau Sistem Pakar adalah program pemberi advis/nasehat yang terkomputerisasi yang ditujukan untuk meniru proses reasoning (pertimbangan) dan pengetahuan dari pakar dalam menyelesaikan permasalahan masalah yang lebih spesifik (Irfan Subakti, 2006).

Sistem Pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli (Sri Kusumadewi, 2003).

Sistem Pakar dibuat pada wilayah pengetahuan tertentu untuk sesuatu kepakaran tertentu yang mendekati kemampuan manusia disalah satu bidang. Sistem Pakar mencoba mencari solusi yang memuaskan sebagaimana yang dilakukan seorang pakar. Selain itu Sistem Pakar juga dapat memberikan penjelasan terhadap langkah yang diambil dan memberikan alasan atas saran atau kesimpulan yang ditemukannya. Bidang ini digunakan lebih banyak daripada penggunaan bidang-bidang Kecerdasan Buatan lainnya. Sistem Pakar menarik minat yang besar dalam suatu organisasi disebabkan kemampuannya dalam meningkatkan produktifitas dan dalam meningkatkan gugus kerja di berbagai bidang tertentu dimana pakar manusia akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan dan mempertahankan kemampuan itu. Continue reading

Dec 08

Arsitektur Sistem Pakar

Sistem Pakar

Sistem pakar memiliki beberapa komponen utama yaitu antarmuka pengguna (user interface), basis data sistem pakar (expert system database), fasilitas akuisisi pengetahuan (knowledge acquisition facility), dan mekanisme inferensi (Inference mechanism). Selain itu ada pada beberapa sistem pakar yaitu fasilitas penjelasan (explanation facilitry) (Martin dan Oxman, 1988).

Basis Data Sistem Pakar

Antar muka pengguna adalah perangkat lunak yang menyediakan media komunikasi antara pengguna dengan sistem. Basis data sistem pakar berisi pengetahuan setingkat pakar pada subyek tertentu. Berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, merumuskan dan menyelesaikan masalah. Basis data ini terdiri dari dua elemen dasar yaitu :

  1. Fakta, situasi masalah dan teori yang terkait.
  2. Heuristik khusus atau rules, yang langsung menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah khusus.

Pengetahuan

Pengetahuan ini dapat berasal dari pakar, jurnal, majalah dan sumber pengetahuan lain. Fasilitas akuntansi pengetahuan merupakan perangkat lunak yang menyadiakan fasilitas dialog diantara pakar dengan sistem. Fasilitas akuisisi ini digunakan untuk memasukkan fakta–fakta dan kaidah–kaidah sesuai dengan perkembangan ilmu, meliputi proses pengumpulan, pemindahan dan perubahan dari kemampuan pemecahan masalah seorang pakar atau sumber pengetahuan terdokumentasi (buku,dll), yang bertujuan untuk memperbaiki dan atau mengembangkan basis pengetahuan (knowledge base). Mekanisme inferensi merupakan perangkat lunak yang melakukan penalaran dengan menggunakan pengetahuan yang ada untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau hasil akhir. Dalam komponen ini dilakukan pemodelan proses berfikir manusia. Fasilitas penjelasan berguna dalam memberikan penjelasan kepada pengguna mengapa komputer meminta suatu informasi tertentu dari pengguna dan dasar apa yang digunakan komputer sehingga dapat menyimpulkan suatu kondisi. Ada 4 type penjelasan yang digunakan dalam sistem pakar yaitu (Schnupp, 1989): Continue reading