Dec 15

Layer Peta

Layer

Pada pemetaan digital, setiap informasi diorganisasi dalam bentuk layer. Setiap layer mengandung satu informasi. Misalnya pada peta administrasi terdapat informasi batas-batas wilayah, nama kota, jalan, dan lain-lain. Masing-masing informasi tersebut dibuat dalam layer yang berbeda dan disimpan dalam tabel yang terpisah, seperti pada gambar di bawah ini.

Contoh Layer Peta

Bila ketiga layer tersebut digabung menjadi satu akan menjadi sebuah peta seperti gambar berikut:

 

Dec 15

Data Grafis dan Data Tabular

Data Grafis

Secara garis besar MI pro membagi data grafis menjadi 3 bagian, yaitu titik (point), garis (line/polyline) dan area (region/poligon). Objek titik hanya terdiri dan satu pasangan koordinat x,y, sedangkan garis terdini dan posisi x,y awal dan x,y akhir. Sementara objek area terdani dan beberapa pasangan x,y. Gambar berikut memberikan ilustrasi tentang macam-macam data grafis.

Data grafis titik (point) biasanya digunakan untuk mewakili objek kota, stasiun curah hujan, alamat customer, dan lain-lain. Garis (line/polyline) dapat dipakai untuk menggambarkan jalan, sungai, jaringan listrik, dan lain-lain. Sementara Area (region/poligon) digunakan untuk mewakili batas administrasi, penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan lain-lain.

Data Tabular

Data tabular adalah data deskriptif yang menyatakan nilai dan data grafis yang  diterangkan. Data ini biasanya berbentuk tabel terdiri dari kolom dan baris. Kolom menyatakan jenis data (field), sedangkan baris adalah detail datanya (record). Secara umum ada 4 tipe data tabular, yaitu karakter, numerik, tanggal, dan logika.

Dec 15

Mengolah Data Spasial Dengan MapInfo Professional

Map Info Professional

MapInfo Professional merupakan perangkat lunak aplikasi untuk keperluan sistem informasi geografis yang dikembangkan oleh MapInfo Coorporation. MapInfo Professional mempunyai karakteristik yang menarik, mudah digunakan, user friendly dan memiliki tampilan yang interaktif.

Struktur Data Mapinfo Professional

Data MI Pro dikelola dan disimpan dalam bentuk tabel. Setiap tabel menggambarkan satu jenis data, misalnya data kepadatan penduduk, distribusi customer, kemiringan lereng, penggunaan lahan, dan lain-lain. Secara logika, data MI Pro lerdiri dan 2 bagian, yaitu data grafis yang menyimpan objek gambar (area, garis, titik, label, dan lain-lain) dan data tabular atau atribut (database) yang menyimpan nilai dari data grafis tersebut). Namun secara fisik, setiap label Mi Pro biasanya terdiri dari 4 atau 5 file. Misalnya, kila membuat tabel dengan nama Customer, maka MI Pro akan membuat file sebagai berikut.

Nama File

Penjelasan

Customer.dat

File teks yang menyimpan struktur tabel dan format data yang tersimpan.

Customer.tab

Menyimpan data tabular. Bila tabel tersebut berasal dari program lain, seperti dBase, Excel, Access, dan lain-lain, maka ekstensinya tidak lagi .dat melainkan sesuai dengan asal dan data lersebut (misalnya: dbf, xts, mdb masing-masing untuk dBase, Excel dan Access).

Customer.map

File data grafis menyimpan objek gambar.

Customer. id

Cross reterence penghubung antara data grafis dengan data tabular.

Customer.mnd

File mi tidak selalu ada. File ini ada bila tabel yang dibuat diindeks.
Dec 15

Perancangan SIG

Perancangan

Perancangan merupakan langkah pertama dalam fase pengembangan rekayasa suatu system, dan merupakan proses penggunaan berbagai prinsip dan teknik untuk mendefinisikan suatu pernagkat, proses atau system hingga detil tertentu sehingga memungkinkan relasi bentuk fisiknya. Perancangan juga merupakan suatu aktivitas yang menekankan pembuatan keputusan-keputusan yang mendasar dan sering kali bersifat structural. Perancangan suatu system terus-menerus akan mengalami perubahan, yang ditandai dengan penggunaan metode-metode baru, analisis – analisi yang lebih baik dan pengertian konsep yang lebih luas.

Perancangan SIG

Secara umum, perancangan SIG dapat dibagi menjadi dua komponen utama: perancangan perangkat lunak SIG dan perancangan system SIG. Perancangan perangkat lunak memerlukan pengetahuan teknis yang luas mengenai struktur-struktur data, model-model data dan pemrograman komputer. Perancangan sistem SIG menekankan faktor interaksi yang terjadi antara manusia sebagai individu maupun kelompok dan komputer sebagai komponen sistem yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri di dalam organisasi.

Perancangan SIG dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu perancangan teknis (internal) dan perancangan institusional (eksternal). Perancangan internal berurusan dengan basisdata dan fungsionalitas sistem. Seorang perancang sistem harus memastikan bahwa semua sistemnya berfungsi dengan baik dan juga perlu memahami hubungan antara operasi SIG dengan setting organisasinya. Perancangan teknis tidak dapat dipisahkan dari isu-isu institusionalnya. Suatu SIG dikatakan sukses dari sisi perancangan teknis sekalipun mungkin masih akan menemui kegagalan jika tidak mendapat dukungan organisasi atau sponsor.

Dec 15

Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System)

Unsur Pokok SIG

Istilah sisten informasi geografis memiliki tiga unsur pokok: sistem, informasi, dan geografis. Sistem Informasi Geografis(SIG) merupakan salah satu sistem informasi yang menekankan pada unsur informasi geografis. Sistem merupakan kumpulan objek, ide, berikut interrelasinya dalam mencapai tujuan atau sasaran bersama. Sistem digunakan untuk mendeskripsikan banyak hal, khususnya untuk aktivitas-aktivitas yang diperlukan pada pemrosesan data.

Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu kesatuan formal yang terdiri dari berbagai sumberdaya fisik maupun logika yang terpadu, yang digunakan untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam organisasi. Geografis, spasial ataupun geospasial merupakan tiga istilah yang mengandung pengertian yang sama dalam konteks SIG. Geografis mempunyai pengertian suatu persoalan mengenai bumi baik permukaan dua dimensi atau tiga dimensi.

Geografis

Istilah informasi geografis berarti informasi mengenai tempat-tempat yang terletak di permukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana suatu objek terletak di permukaan bumi dan informasi mengenai keterangan-keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya diberikan atau diketahui.

Sistem Informasi Geografis

Berdasarkan pengertian sistem informasi tersebut, Sistem Informasi Geografis merupakan suatu kesatuan formal yang terdiri dari berbagai sumber daya fisik dan logika yang berkenaan dengan objek-objek yang terdapat di permukaan bumi.

Dec 08

Arsitektur Umum Aplikasi Pemetaan Berbasis Web

Arsitektur Aplikasi Pemetaan Web

Bentuk umum arsitektur aplikasi peta berbasis web dapat dilihat pada gambar berikut ini :

”"

Pada gambar di atas, interaksi antara klien dengan server berdasar skenario request dan respon. Web browser di sisi klien mengirim request ke server web. Karena server web tidak memiliki kemampuan pemrosesan peta, maka request berkaitan dengan pemrosesan peta akan diteruskan oleh server web ke server aplikasi dan MapServer. Hasil pemrosesan akan dikembalikan lagi melalui server web, terbungkus dalam bentuk file HTML atau applet.

Pendekatan Aplikasi Pemetaan Web

Arsitektur aplikasi pemetaan di web dibagi menjadi dua pendekatan sebagai berikut :

  1. Pendekatan Thin Client
    Pendekatan ini memfokuskan diri pada sisi server. Hampir semua proses dan analisis data dilakukan berdasarkan request di sisi server. Data hasil pemrosesan kemudian dikirimkan ke klien dalam format standard HTML, yang di dalamnya terdapat file gambar dalam format standar (misalnya GIF, PNG atau JPG) sehingga dapat dilihat menggunakan sembarang web browser. Kelemahan utama pendekatan ini menyangkut keterbatasan opsi interaksi dengan user yang kurang fleksibel.
  2. Pendekatan Thick Client
    Pada pendekatan ini, pemrosesan data dilakukan di sisi klien menggunakan beberapa teknologi seperti kontrol ActiveX atau applet. Kontrol ActiveX atau applet akan dijalankan di klien untuk memungkinkan web browser menangani format data yang tidak dapat ditangani oleh web browser dengan kemampuan standar. Dengan adanya pemrosesan di klien, maka transfer data antara klien dengan web server akan berkurang.
    Tidak seperti pada pendekatan thin client, data akan dikirim ke klien dalam bentuk data vektor yang disederhanakan. Pemrosesan dan penggambaran kembali akan dilakukan di sisi klien. Dengan cara demikian, pengembang aplikasi dapat lebih fleksibel dalam menentukan prosedur interaksi aplikasi dengan user. Kelemahan dari pendekatan ini, harus ada tambahan aplikasi yang dipasang di komputer klien (kontrol ActiveX atau applet tadi). MapServer menggunakan pendekatan thin client. Semua pemrosesan dilakukan di sisi server. Informasi peta dikirimkan ke web browser di sisi klien dalam bentuk file gambar (JPG, PNG, GIF atau TIFF).
Dec 08

MapServer

MapServer

MapServer (http://mapserver.gis.umn.edu) merupakan aplikasi freeware dan open source yang memungkinkan kita menampilkan data spasial (peta) di web. Aplikasi ini pertama kali dikembangkan di Universitas Minesotta, Amerika Serikat untuk projek ForNet (sebuah projek untuk manajemen sumber daya alam) yang disponsori NASA (National Aeronautics and Space Administration). Dukungan NASA dilanjutkan dengan dikembangkan projek TerraSIP untuk manajemen data lahan. Saat ini, karena sifatnya yang open source, pengembangan MapServer dilakukan oleh pengembang dari berbagai negara. Pengembangan MapServer menggunakan berbagai aplikasi open source atau freeware seperti Shapelib (http://shapelib.maptools.org) untuk baca atau tulis format data Shapefile, FreeType (http://www.freetype.org) untuk membuat karakter, GDAL/OGR (http://www.remotesensing.org/gdal) untuk baca atau tulis berbagai format data vektor maupun raster, dan Proj.4 (http://www.remotesensing.org/proj) untuk menangani beragam proyeksi peta.

Fitur MapServer

Pada bentuk paling dasar, MapServer berupa sebuah program CGI (Common Gateway Interface). Program tersebut akan dieksekusi di web server, dan berdasarkan parameter tertentu (terutama konfigurasi dalam bentuk file *.MAP) akan menghasilkan data yang kemudian akan dikirim ke web browser, baik dalam bentuk gambar peta ataupun bentuk lain. MapServer mempunyai fitur-fitur sebagai berikut :

  1. Menampilkan data spasial dalam format vektor seperti: Shapefile (ESRI), ArcSDE (ESRI), PostGIS dan berbagai format data vektor lain dengan menggunakan library OGR.
  2. Menampilkan data spasial dalam format raster seperti: TIFF/GeoTIFF, EPPL7 dan berbagai format data raster lain dengan menggunakan library GDAL.
  3. Menggunakan quadtree dalam indexing data spasial, sehingga operasi-operasi spasial dapat dilakukan dengan cepat.
  4. Dapat dikembangkan (customizeable), dengan tampilan keluaran yang dapat diatur menggunakan file-file template.
  5. Dapat melakukan seleksi objek berdasar nilai, berdasar titik, area, atau berdasar sebuah objek spasial tertentu.
  6. Mendukung rendering karakter berupa font TrueType.
  7. Mendukung penggunaan data raster maupun vektor yang detail (dibagi-bagi menjadi sub bagian yang lebih kecil sehingga proses untuk mengambil dan menampilkan gambar dapat dipercepat).
  8. Dapat menggambarkan elemen peta secara otomatis: skala grafis, peta indeks dan legenda peta.
  9. Dapat menggambarkan peta tematik yang dibangun menggunakan ekspresi logik maupun ekspresi regular.
  10. Dapat menampilkan label dari objek spasial, dengan label dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling tumpang tindih.
  11. Konfigurasi dapat diatur secara on the fly melalui parameter yang ditentukan pada URL.
  12. Dapat menangani beragam sistem proyeksi secara on the fly.