May 02

Daur Hidup Sistem

Siklus hidup sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis computer. Siklus hidup sistem terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem karena tugas-tugastersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakukan secara top down. Sikulus hidup sistem sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pembangunan dan pengembangan sistem (Tata Sutabri, 2003).

Pembangunan sistem hanyalah salah satu dari rangkaian daur hidup suatu sistem. Meskipun demikian, proses ini merupakan aspek yang sangat penting. Kita akan lihat beberapa fase/tahapan dari daur hidup suatu sistem.

Mengenali adanya kebutuhan

Sebelum segala sesuatu terjadi, timbul suatu kebutuhan atau problema yang harus dapat dikenali sebagaimana adanya. Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil perkembangan dari organisasi dan volume yang meningkat melebihi kapasitas dari sistem yang ada. Semua kebutuhan ini harus dapat didefinisikan dengan jelas. Tanpa adanya kejelasan dan kebutuhan yang ada, pembangunan sistem akan kehilangan arah dan efektifitasnya.

Pembangunan Sistem

Suatu proses atau seperangkat prosedur yang harus diikuti untuk menganalisis kebutuhan yang timbul dan membangun suatu sistem untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Pemasangan Sistem

Setelah tahap pembangunan sistem selesai. Sistem kemudian akan dioperasikan. Pemasangan sistem merupakan tahap yang penting pula dalam daur hidup sistem. Peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasional terjadi pemasangan sistem yang sebenarnya, yang merupakan langkah akhir dari suatu pembangunan sistem. Continue reading

May 02

Karakteristik Sistem dan Klasifikasi Sistem

Karakteristik Sistem

Menurut Tata Sutabri (2003) “Model umum sebuah sistem adalah input, proses, dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu, sebuah sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem”.

Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses suatu proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar, yang disebut “Supra Sistem”.

Batasan Sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

Lingkungan Luar Sistem (Environtment)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat berifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut. Continue reading

May 02

Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

Karena setiap sistem adalah subsistem dari sistem lainnya, maka tampaknya proses analisis tidak akan pernah berakhir. Dengan demikian, penulis harus membatasi analisis sistem untuk menentukan batasan-batasan yang dapat dikelola. Pembatasan ini disebut sistem tertutup.

Apa yang dimaksud dengan Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka?

Sistem tertutup ada pada satu ekstrem kontinum yang mencerminkan tingkat independensi sistem (sistem terbuka merupakan ekstrem lainnya). Sistem tertutup sama sekali independen, sedangkan sistem terbuka sangat tergantung pada lingkungannya. Sistem terbuka menerima input (informasi, energy, material) dari lingkungan dan dapat mengirim output kepada lingkungan.

Ketika menerima dampak keputusan pada sebuah sistem terbuka, kita harus menentukan hubungan sistem dengan lingkungan dan dengan sistem lainnya. Pada sistem tertutup, kita tidak perlu melakukan hal tersebut karena sistem dianggap diisolasi. Banyak sistem komputer, seperti sistem pemrosesan transaksi (TPS), dianggap sebagai sistem tertutup. Biasanya, sistem tertutup mempunyai cirri yang cukup sederhana.

Tipe khusus dari sistem tertutup, disebut black box, adalah sistem dimana input dan output ditentukan dengan baik, tetapi prosesnya sendiri tidak ditentukan. Banyak manajer tidak memperhatikan bagaimana sebuah komputer bekerja, terutama ketika sistem diakses via Web. Pada dasarnya, mereka lebih suka memperlakukan komputer sebagai black box, seperti sebuah telepon atau elevator. Manajer hanya menggunakan alat tersebut terlepas dari detail-detail operasional karena mereka memahami hasil atau konsekuensi dari bagaimana sistem berfungsi. Tugas mereka tidak mengharuskan untuk memahami bagaimana alat bekerja. Konsep ini memimpin kepada pengembangan secara komersial, seperti sistem pakar, data mining, dan pemrosesan analisis online.

Pada tabel dibawah ini, akan membandingkan model inventori yang cukup dikenal yakni model kuantitas pemesanan ekonomis (EOQ-Economi Order Quality), sebuah sistem yang cukp tertutup, dengan DSS (Decision Support System) hipotetik untuk sebuah sistem inventori untuk sebuah sistem terbuka. Asumsi-asumsi pada sistem tertutup sangat restriktif, dan hal tersebut membatasi kemampuan untuk dapat diterapkan (Turban, 2005).

Perbandingan antara sistem tertutup dengan  sistem terbuka :

Faktor

Ilmu Manajemen:

EOQ (Closed System)

DSS Inventori (Open System)

Permintaan Konstan Variabel – dipengaruhi banyak faktor
Unit cost Konstan Dapat berubah setiap hari
Lead time Konstan Variabel sulit diprediksi
Vendor dan pengguna Dikeluarkan dari analisis Dapat dilibatkan dalam analisis
Cuaca dan faktor lingkungan lainnya Diabaikan Dapat mempengaruhi permintaan dan Lead time
May 02

Pengertian dan Struktur Sistem

Pengertian Sistem

Menurut  Tata Sutabri (2003)Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”. Dari definisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu sebagai berikut :

  1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur. Sistem pernafasan kita terdiri dari suatu kelompok unsur, yang terdiri dari hidung, saluran pernafasan, paru-paru, dan darah. Unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil, yang trdiri dari kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut.
  2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu dengan yang lain dan sifat serta kerja sama antarunsur sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.
  3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem. Setiap sistem mempunyai tujuan tertentu. Sistem pernafasan kita bertujuan menyediakan oksigen dan pembuangan karbon dioksida dari tubuh kita bagi kepentingan kelangsungan hidup kita. Unsur sistem tersebut yang berupa hidung, saluran pernafasan, paru-paru, dan darah bekerja sama satu dengan yang lainnya dengan proses tertentu untuk mencapai tujuan tersebut di atas.
  4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar. Sistem pernafasan kita merupakan bagian dari sistem metabolisme tubuh. Contoh sistem lain adalah sistem pencernaan makanan, sistem peredaran darah, dan sistem pertahanan tubuh.

Dari uraian tentang pengertian sistem secara umum, ada pertanyaan “untuk apa suatu sistem diciptakan?” Setiap sistem dibuat untuk menangani suatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi. Pendekatan sistem merupakan suatu filsafat atau persepsi tentang struktur yang mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dan operasi-operasi dalam suatu organisasi dengan cara yang efisien dan yang paling baik. Suatu sistem dapat dirumuskan sebagai setiap kumpulan komponen atau subsistem yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Dengan pendekatan sistem kita berhubungan dengan komponen perseorangan dan kita lebih menekankan perannya dalam sistem daripada perannya sebagai suatu keseluruhan individu. Dengan pendekatan sistem untuk menggambarkan kenyataan, dapat diberikan suatu keuntungan yang besar kepada pemakai. Keberhasilan komponen-komponen yang dipertimbangkan secara bersama sebagai suatu sistem mungkin lebih besar daripada jumlah keberhasilan setiap komponen yang dipertimbangkan secara terpisah. Continue reading

Feb 18

Data, Informasi, Sistem Informasi

Data dan Informasi

  • Data merupakan nilai (value) yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event)
  • Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan
  • Data lebih bersifat historis, sedangkan informasi mempunyai tingkatan yang lebih tinggi, lebih dinamis, serta mempunyai nilai yang sangat penting

Sistem Informasi

  • SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan
  • SIM adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara berbagai bagian dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, pemasukan data, dan menghasilkan keluaran berupa informasi yang berguna dan mempunyai nilai nyata, sebagai dasar pengambilan keputusan, mendukung kegiatan manajemen dan operasional dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang ada bagi proses tersebut guna mencapai tujuan organisasi Continue reading
Feb 14

Konsep Dasar Sistem Informasi

Istilah teknologi dan sistem informasi dapat digunakan secara informal tanpa mendefinisikan istilah tersebut. Penerapan sistem informasi pada prinsipnya lebih rumit, hal tersebut dapat difahami dengan baik dengan melihat perspektif teknologi yang berada dalam suatu organisasi (Kenneth, 2008).

Definisi Sistem Informasi

Terdapat berbagai  macam pengertian Sistem Informasi menurut beberapa ahli, diantaranya :

  1. Sistem informasi (Information System) adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi serta membantu manajer dalam mengambil keputusan  (Kenneth,2008).
  2. Pengertian dari sistem informasi menurut Komunitas Mahasiswa Sistem Informasi di Yogyakarta (KAMII,2008) memaparkan bahwa Sistem Informasi adalah sebuah aplikasi komputer yang digunakan untuk mendukung operasi dari suatu organisasi serta merupakan aransemen dari orang, data dan proses yang terjadi di dalamnya yang berinteraksi satu sama lain dalam mendukung dan memperbaiki organisasi serta mendukung dalam pemecahan masalah dan kebutuhan pembuat keputusan.

Komponen Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski (Jogiyanto,2005) mengemukakan bahwa Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block). Sebagai suatu sistem, blok bangunan tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya. Blok bangunan tersebut terdiri dari (Jogiyanto,2005): Continue reading

Feb 14

Mutu Informasi

Penyebab Kesalahan Informasi

Menurut Gordon B. Davis, kesalahan informasi adalah antara lain disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.
  2. Tidak dapat mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
  3. Hilang/ tidak terolahnya sebagian data.
  4. Pemeriksaan/ pencatatan data yang salah.
  5. Dokumen induk yang salah.
  6. Kesalahan dalam prosedur pengolahan (misal : kesalahan program aplikasi komputer yang digunakan).
  7. Kesalahan yang dilakukan secara sengaja.

Cara Mengatasi Kesalahan Informasi

Penyebab kesalahan tersebut dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Kontrol sistem untuk menemukan kesalahan.
  2. Pemeriksaan internal dan eksternal.
  3. Penambahan batas ketelitian data.
  4. Instruksi dari pemakai yang terprogram secara baik dan dapat menilai adanya kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.