Feb 14

Peta Potensi dan Penerapan Knowledge Management dalam Organisasi

Peta Potensi Knowledge Management dalam Organisasi

Agar  potensi  knowledge  setiap  karyawan  dapat dimanfaatkan dan dikembangkan, perusahaan memerlukan informasi secara lengkap mengenai aset berharga ini. Sebagai sebuah langkah untuk mendeteksi adanya tacit knowledge, maka perlu dilakukan pendataan lewat kuesioner yang disebar kepada semua orang. Dengan langkah ini, organisasi akan mempunyai peta potensi knowledge yang dimiliki secara strategis (Bambang Setiarso dkk, 2009, p9).

Seluruh peta dan kategori knowledge ini juga menjadi dasar pertimbangan bagi kebijakan rotasi, promosi, mutasi sampai dengan berbagai pelatihan bagi karyawan. Pada gilirannya, organisasi dapat memperkuat setiap pos pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh karyawannya (Bambang Setiarso dkk, 2009, p9).

Penerapan Knowledge Management dalam Organisasi

Penerapan knowledge management pada suatu organisasi merupakan suatu proses yang cukup panjang dimana mencakup perubahan perilaku semua karyawan. Birkinsaw menggarisbawahi tiga kenyataan yang mempengaruhi berhasil tidaknya knowledge management, yaitu (Bambang Setiarso dkk, 2009, p23):

  1. Penerapannya  tidak  hanya  menghasilkan  knowledge  baru, tetapi juga mendaur ulang knowledge yang sudah ada.
  2. Teknologi  informasi  belum  sepenuhnya  bisa  menggantikan fungsi-fungsi jaringan sosial antar anggota organisasi.
  3. Sebagian   besar   organisasi   tidak   pernah   tahu   apa   yang sesungguhnya  mereka  ketahui.  Banyak  knowledge  penting yang harusnya dtemukan lewat upaya-upaya khusus. Padahal knowledge sudah dimiliki sebuah organisasi sejak lama. Continue reading
Feb 14

Konversi Knowledge

Jenis Knowledge

Menurut Shelda Debowski (2006, p17 – p18), knowledge dibagi menjadi dua jenis yaitu explicit knowledge dan tacit knowledge, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Explicit Knowledge
    Explicit knowledge
    adalah pengetahuan yang dapat dibagi kepada orang lain, pengetahuan tersebut bisa didokumentasikan, dikategorikan, dijelaskan dan dalam bentuk-bentuk yang bisa di bagikan.
  2. Tacit Knowledge
    Tacit knowledge
    adalah pengetahuan yang bersumber dari akumulasi pengalaman dan pembelajaran dari seseorang yang sulit untuk dibagikan kepada orang lain.

Konversi Knowledge

Pengetahuan diciptakan melalui konversi antara tacit knowledge dan explicit knowledge. Model konversi knowledge menurut Nonaka dan Takeuchi (1995) adalah sebagai berikut (Sangkala, 2007, p84):

  1. Sosialisasi
    Sosialisasi  yaitu  pengubahan  pengetahuan  dari  tacit knowledge ke tacit knowledge. Proses sosialisasi bisa dilakukan  dengan  cara  tatap  muka  untuk  berbagi pengetahuan, fitur-fitur Collaboration (email, diskusi elektronik, komunitas), dan training.
  2. Eksternalisasi
    Eksternalisasi yaitu pengubahan pengetahuan dari tacit knowledge ke explicit knowledge. Proses eksternalisasi bisa dilakukan dengan cara mendokumentasikan notulen rapat, mendatangkan   ahli   untuk   menghasilkan   konsep-konsep, sistem serta prosedur, manual, laporan pelaksanaan uraian pekerjaan dan sebagainya, dan diskusi secara elektronik yang didokumentasikan. Continue reading
Feb 14

Definisi Data, Informasi, dan Knowledge Management

Organisasi harus memiliki sistem pengelolaan pengetahuan yang baik untuk menghasilkan knowledge yang berkualitas dan berguna bagi kepentingan organisasi karena tanpa data dan informasi tidak akan dihasilkan  knowledge.  Untuk  memudahkan  pemahaman  dalam strukturisasi data, informasi dan knowledge, perlu diketahui perbedaan diantara ketiganya.

Definisi Data dan Informasi

Menurut Bergeron (2003), yang dimaksud dengan data adalah bilangan, terkait dengan angka-angka atau atribut-atribut yang bersifat kuantitas, yang berasal dari hasil observasi, eksperimen, atau kalkulasi. Informasi merupakan kumpulan data dan terkait dengan penjelasan, interpretasi, dan berhubungan dengan materi lainnya mengenai obyek, peristiwa-peristiwa atau proses tertentu. Sementara itu menurut Bergeron, pengetahuan adalah informasi yang telah diorganisasi, disintesiskan, diringkaskan untuk meningkatkan pengertian, kesadaran atau pemahaman (Sangkala, 2007, p74).

Perbedaan Data dan Informasi

Menurut Davidson dan Voss (2002), untuk memahami perbedaan antara data, informasi dan pengetahuan, harus dapat digarisbawahi nilai hirarkinya. Informasi merupakan data yang disaring (distilled) dan dimaknai, demikian pula pengetahuan adalah informasi yang disaring dan dimaknai (Sangkala, 2007, p75).

Pengertian Knowledge Management

Knowledge management  pada dasarnya muncul untuk menjawab pertanyaan bagaimana seharusnya mengelola pengetahuan. Kesadaran untuk menerapkan pendekatan manajemen pengetahuan ke dalam strategi bisnis  diperlukan  karena  terbukti  perusahaan  yang  menjadikan  sumber daya  pengetahuan  sebagai  aset  utamanya  senantiasa  mendorong perusahaan lebih inovatif yang bermuara kepada kepemilikan daya saing perusahaan terhadap para pesaingnya.

Menurut Santosu & Surmach (2001) yang menyatakan bahwa manajemen  pengetahuan  merupakan  proses  dimana  perusahaan melahirkan nilai-nilai dari intellectual assets dan aset yang berbasiskan pengetahuan. Menurut Bergerson (2003), manajemen pengetahuan merupakan suatu pendekatan yang sistematik untuk mengelola aset intelektual dan informasi lain sehingga memberikan keunggulan bersaing bagi  perusahaan  (Sangkala,  2007,  p8).  Sementara  itu  menurut  Shelda Debowski (2006, p16), knowledge management is the process of identifying, capturing, organizing and disseminating the intellectual assets that are critical to the organization’s long term performance.